Hadapi Bencana, Bener Meriah Bergandengan Tangan

Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono ke Bener Meriah. Dok Ist.

Genap seminggu setelah bencana alam terjadi di Kabupaten Bener Meriah, seluruh pihak masih bergandengan tangan mengupayakan semua yang bisa di upayakan.

Ditengah segala keterbatasan, seluruh stakeholder dibawah kaki Burni Telong itu tetap melangkah melawan kemustahilan.

Tidak ada yang menyerah, bukan berarti sombong. Namun setiap nafas menolak untuk diam menunggu, semua bergerak, melakukan apapun yang bisa dilakukan.

Hal paling utama ialah beras, masyarakat menunggu, khawatir, stok beras habis. Kepala mungkin bisa berfikir menunggu, tapi perut sulit diajak kompromi. Suara nya pelan, namun menyesakkan.

Ditengah keputusasaan itu, Pemkab Bener Meriah sigap menyalurkan beras bantuan kepada seluruh warga. Seluruh Camat di bantu masyarakat bahu membahu mendistribusikan berton-ton beras menuju setiap desa.

Hari ini Rabu (03/12/2025), Setiap kantor desa di Kabupaten Bener Meriah sudah memiliki beras. Jumlahnya ? disesuaikan dengan jumlah penduduk masing-masing desa.

Laporan yang berhasil Tim Lintasgayo.com dapatkan, Posko utama hingga hari ini, Rabu (03/12/2025), masih disibukkan dengan proses distribusi. Para camat ikut sibuk mengantar beras menuju ke desa-desa.

“Data lengkapnya akan kami sampaikan nanti, saat ini kita selesaikan dulu proses distribusinya,” ujar Koordinator Bidang Logistik dan Perlengkapan penanggulangan bencana alam di Bener Meriah, Hasyimi IB.

“Yang pasti, seluruh masyarakat kita dapat,” sambungnya.

TNI dan Polri ikut bergerak, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto dan Dandim 0119 Bener Meriah Letkol Inf. Ahmad Fauzi meminpin langsung anggotanya untuk membantu warga.

Pengawalan, distribusi bantuan, dapur umum, hingga memfasilitasi jaringan internet, semua dilakukan.

Pengusaha juga tidak berpangku tangan, alat excavator terus berupaya bergerak dengan BBM seadanya, membuka jalan yang sempat terputus.

Tidak ada yang bertanya berapa ongkos, semuanya bergandengan tangan, menghadapi musibah dan cobaan.

Dan masih banyak lagi kelompok yang terus bergerak di lapangan, membantu masyarakat tampah pamrih, RAPI Bener Meriah, PMI Bener Meriah, dan relawan-relawan lainnya.

Kita mungkin sedang sulit, tapi kita harus bertahan, dan untuk bertahan harus terus bergandeng tangan.

Catatan, Mhd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.