Dilema Kebudayaan Kita

Oleh: Yusra Habib Abdul Gani[1] KEBUDAYAAN, akan selamanya menjadi tema menarik untuk dibincang; bukan saja karena mengandung aspek pengetahuan, keterampilan, nilai seni

ALA, Sejarah yang Terkoyak

Oleh: Yusra Habib Abdul Gani AKANKAH dua kuntum bunga––Renggali-Seulanga–– rontok dari kelopaknya? Secara politis, bukan mustahil wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)

Bila Keislaman Masyarakat Gayo Kembali

Oleh Subayu Loren Masyarakat Gayo yang menyebut dirinya dengan “Urang Gayo”, adalah pemeluk agama Islam. Secara lahiriah ke-Islaman orang Gayo dapat dilihat

Asal Linge Awal Serule

Oleh Suherdi Win Konadi Salah satunya adalah ungkapan: Asal Linge Awal Serule, petuah bijak yang menyiratkan jati diri. Ungkapan tersebut berarti kalau

Datu Beru, Datu Siapa?

Oleh: Yusra Habib Abdul Gani *) QURRATA‘AINI, asal dataran tinggi Gayo, adalah seorang tokoh wanita Aceh yang sejak kecil sudah melekat ciri-ciri

“Tanas”

Yusra Habib Adul Gani* Kata: “Tanas” atau “Tenes”, “Nanas” atau “Nenes” adalah bentuk synonim. Kata istilah (technical term) dalam Adat Gayo bermakna

Didong Dari Sisi Lain

Yusra Habib Abdul Gani* BIARLAH Didong mengalir dan mentating bait-bait syairnya ke setiap relung hati yang sepi, agar segar, mekar dan bebas

Aneka Ragam Dalam Adat Gayo

Yusra Habib Abdul Gani[1] Karakteristik suatu masyarakat bisa ditelusuri lewat nilai-nilai budaya: adat-istiadat dan resam yang diamalkannya. Misalnya kata: “Wassalualééé” dalam bahasa

Saman dan Meuseukat

Oleh : Win Saman Tari Saman dan tari Ratéb Meuseukat sangat sering disalahartikan. Padahal antara kedua tari ini terdapat perbedaan yang sangat