LINTAS GAYO

Unok

Oleh : A.R. Hakim Dele jema berpendepet, mumerinen apabile bur mubeltak mekesute lagu Bur Ni Telong so ke basa Indonesiae gunung merapi,

Tradisi Lepat Gayo

Oleh Mahyadi Dingin merangsek masuk dari celah-celah papan yang mulai jarang. Asap mengepul dari bara api yang terbakar diatas dapur kayu. Aroma

Dilema Kebudayaan Kita

Oleh: Yusra Habib Abdul Gani[1] KEBUDAYAAN, akan selamanya menjadi tema menarik untuk dibincang; bukan saja karena mengandung aspek pengetahuan, keterampilan, nilai seni

Jejok

Oleh : A.R. Hakim Si kedele ne manuk si peralai jema oyale kukur. Ike kukur galak keta nguk isabung, ijalu. Keta iaran

Gajah Putih

M. Junus Djamil dalam bukunya yang berjudul “Gadjah Putih” yang diterbitkan oleh Lembaga Kebudayaan Atjeh tahun1959 di Kutaradja, antara lain telah menulis

Tari Saman

Bagi para penikmat seni tari, Saman menjadi salah satu primadona dalam pertunjukan. Dalam setiap penampilannya, selain menyedot perhatian yang besar juga menyedot

ALA, Sejarah yang Terkoyak

Oleh: Yusra Habib Abdul Gani AKANKAH dua kuntum bunga––Renggali-Seulanga–– rontok dari kelopaknya? Secara politis, bukan mustahil wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)

Bila Keislaman Masyarakat Gayo Kembali

Oleh Subayu Loren Masyarakat Gayo yang menyebut dirinya dengan “Urang Gayo”, adalah pemeluk agama Islam. Secara lahiriah ke-Islaman orang Gayo dapat dilihat

Hikayat Tari Guel

Tari Guel adalah salah satu khasanah budaya Gayo di Nad. Guel berarti membunyikan. Khususnya di daerah dataran tinggi gayo, tarian ini memiliki

Asal Linge Awal Serule

Oleh Suherdi Win Konadi Salah satunya adalah ungkapan: Asal Linge Awal Serule, petuah bijak yang menyiratkan jati diri. Ungkapan tersebut berarti kalau