LINTAS GAYO

Revitalisasi Sarak Opat

Mengembalikan Fungsi Strategis Elemen Pemerintahan Kampung di Dataran Tinggi Gayo Oleh: Muhammad Syukri[1]   Di era pra-kemerdekaan, semangat gotong royong tidak pernah

Pacu Kuda di Negeri Antara

Oleh: Yusra Habib Abdul Ghani Pada awalnya, pacu kuda hanya aktivitas iseng pemuda-pemuda kampung, seusai musim panen padi di sekitar Danau Laut

Gayo Di Mata Toèt

Oleh Yusra Habib Abdul Gani DI ATAS tanah gayo yang subur, bertabur ethnis gayo, menyara keluarga dan harus berani bersabung atau bertarung

Deru Radio Rimeraya

Oleh Yusra Habib Abdul Gani EXPO Budaya Leuser 2010, dipastikan menggelar Seminar dari tanggal 26-31 Maret di Aceh Tengah, dimana riwayat radio

Modernisasi Gayo

Oleh : Sabela Gayo *) Membangun sebuah tatanan masyarakat Gayo baru bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah karena banyak aspek yang harus dibenahi.

Kebangkitan Gayo: Mungkinkah?

Oleh Amdy Hamdani* Dalam rentang perjalanan hidupnya, Urang Gayo, demikian masyarakat Gayo menurut antropolog M. Yunus Melalatoa menyebut dirinya secara kultural, memasuki

Adat Perkawinan Gayo Lues

Oleh : Drs. Isma Tantawi I. Pendahuluan Suku Gayo hanya satu di permukaan bumi ini. Gayo Lues, Gayo Alas, Gayo Lut, dan

Tugu Aman Dimot, Dekat Dimata Jauh Dihati

Oleh : Khalisuddin Sebuah kebanggaan tersendiri, dipercayakan melakukan serangkaian tugas mengumpulkan informasi Abu Bakar Aman Dimot, pahlawan kemerdekaan dari Tanoh Gayo, yang

Rumah Adat Gayo yang Terlupakan

Oleh Zulkarnain UMAH Edet Pitu Ruang Peninggalan Reje Baluntara di Kampung Toweren, Kecamatan Laut Tawar Aceh Tengah tidak terurus dan telah lapuk,

Gayo, ‘Miskin Dokumentasi’

Oleh Yusradi Usman al-Gayoni* Suhuf-suhuf yang tersebar, itulah ungkapan yang tepat bagi Gayo. Istilah Gayo merujuk kepada tiga entitas, yaitu suku/bangsa (urang