
Redelong | Lintasgayo.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah hingga awal Januari 2026 masih terisolasi akibat kerusakan jalan dan jembatan pascabencana.
Kondisi tersebut terungkap saat Lintas Gayo menemui sejumlah camat dan anggota DPRK Aceh Tengah di Bandara Rembele, Jumat, 3 Januari 2026.
Camat Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, Aripin, S.Pd, mengatakan dari total 16 kampung di Kecamatan Rusip, lima kampung yang berada di arah Gempang masih menerima bantuan melalui jalur Gempang. Sejumlah relawan telah masuk ke wilayah tersebut untuk membantu warga terdampak.
Sementara itu, 11 kampung lainnya yang berada di jalur Silih Nara masih dapat dijangkau melalui Kecamatan Silih Nara. Meski kondisi medan cukup berat, distribusi bantuan masih terus dilakukan.
Namun, Aripin menyebutkan kendala serius masih terjadi di lima kampung yang berada dalam Kemukiman Pameu.
Warga di wilayah tersebut menilai bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah belum masuk secara maksimal akibat kondisi jalan yang sulit dilalui.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) untuk menyalurkan bantuan berupa lima truk beras ke lima kampung di Kemukiman Pameu. Akan tetapi, upaya tersebut kerap terkendala cuaca.
“Ini masih laporan sementara. Setiap kali akses jalan berhasil dibuka, hujan deras kembali menutup jalan, sehingga menyulitkan kami menjangkau Kemukiman Pameu,” kata Aripin.
Saat ini, seluruh kampung di Kecamatan Rusip sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Namun, kendaraan roda empat hanya dapat melintas di ruas jalan provinsi yang berada di wilayah kecamatan tersebut.
Sementara itu, anggota DPRK Aceh Tengah, Genap Linge, menyampaikan bahwa kondisi di Kecamatan Linge kembali memburuk setelah Jalan Kemerleng kembali putus pada Kamis malam. Akibatnya, 15 desa di wilayah tersebut kembali terisolasi.
“Jalan ini sudah beberapa kali dibuka, tetapi kembali rusak akibat hujan,” ujarnya.
Di Kecamatan Bintang Aceh Tengah, Camat Bintang Erfan Julianto mengatakan masih terdapat tiga desa yang terisolasi, yakni Jamur Konyel, Atu Payung, dan Serule.
Desa lainnya sudah dapat diakses kendaraan roda empat, meski hanya bisa dilalui mobil berpenggerak empat roda (4×4).
Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah, Camat Syiah Utama Mustakim, S.Ikom, menyebutkan Kecamatan syiah Utama hingga kini masih terisolasi akibat dua titik jembatan di jalan provinsi yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat.
“Jika dua jembatan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, akses ke Samar Kilang akan kembali normal,” katanya.
Saat ini, akses menuju Kecamatan Syiah Utama masih dapat dilalui kendaraan roda dua, meski dengan kondisi medan yang sulit. (Ihfa)
