Takengen | Lintas Gayo : Pasangan Basri Arita ST dan Drs. Bahrum Syah. MSi memastikan maju sebagai calon bupati/wakil bupati Kabupaten Aceh Tengah periode 2012-2017 setelah pasangan itu mendeklarasikan diri sebagai calon bupati/wakil bupati Aceh Tengah, Senin (6/6) di Sekretariat Pemenangan Basri Arita-Bahrum Syah Kampung Simpang Empat, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.
Pasangan ini juga mengakui akan maju dari jalur independen serta sudah mengumpulkan sekitar 21 ribu Kartu Tanda Penduduk (KTP) pendukung. Hingga kini, dari sekian banyak pasangan bakal calon yang menyatakan maju pada Pemilukada Aceh Tengah, pasangan Basri Arita – Bahrum Syah pertama kali mengdeklarasikan diri sebagai pasangan calon.
Calon Bupati Aceh Tengah, Basri Arita yang juga mantan anggota DPRA ini, Senin (6/6) mengatakan, ia berpasangan dengan Bahrum Syah untuk maju pada Pemilukada Kabupaten Aceh Tengah periode 2012-2017 dengan mengusung visi membangun dataran tinggi Gayo bidang keagamaan dengan memamkmurkan masjid-masjid dan meunasah (mersah). Guna memakmurkan rumah- rumah ibadah yang sudah ada, katanya, ia memprogramkan pembangunan rumah bantuan untuk imam (imem) kampung yang dhu’afa pada 295 kampung di Kabupaten Aceh Tengah.
Keberadaan imam kampung, katanya, sangat dominan untuk meramaikan masjid pada waktu-waktu shalat dan shalat Jum’at serta kegiatan-kegiatan bulan Ramadhan lainnya. Untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi para imam kampung, sebut Basri Arita, maka diberikan fasilitas perumahan bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBK) Aceh Tengah.
Selain memakmurkan masjid dan meunasah, pasangan Basri Arita dan Bahrum Syah juga mewujudkan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.
Selain itu, pasangan Basri Arita-Bahrum Syah juga ingin membangun basis perekonomian rakyat dari sektor kopi, karena lebih dari 85 persen penduduk Kabupaten Aceh Tengah bertumpu pada sektor budidaya kopi dan perdagangannnya. Menumbuhkan peranan perempuan dalam pembangunan sehingga lebih efektif dan berdaya guna dalam memberikan kontribusi pada setiap kegiatan pembangunan di daerah itu.
Menurut Basri, yang dibutuhkan hanya sekitar 6500 KTP, karena antusiasme masyarakat mendukung pasangan ini hingga melebihi jumlah persyaratan dukungan KTP. ”Ini menggambarkan pendukung kami banyak,”pungkas Basri Arita.(Aman Buge)
“EH MALAM”