Asa Wabup Muchsin Bangun Jembatan Bulan Oktober, Akankah Terealisasi?

Wabup Muchsin saat mendampingi siswa menyeberang sungai. Dok Ist.

Takengon | Lintasgayo.com – Jembatan gantung sepanjang 30 meter itu telah berusia 47 tahun dan kini rusak berat karena termakan usia.

Padahal jembatan renta itu adalah akses vital bagi warga Kampung Tanjung, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Bukan hanya warga, puluhan anak negeri terbiasa menapaki jembatan tersebut menuju tempat mereka bersekolah di SD Negeri 1 Rusip Antara dan SMA Negeri 19 Takengon.

Tanpa jembatan, mereka dipaksa menempuh jalur alternatif sejauh lima kilometer. Jarak yang kepalang jauh membuat anak-anak terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit sederhana berbahan drum

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, MSP, turun langsung ke lokasi pada Kamis (11/09/2025).

Ia bahkan ikut menjemput siswa untuk memastikan mereka tetap bisa bersekolah di tengah keterbatasan.

Wabup Muchsin tidak datang sendiri, ia turut membawa perwakilan sejumlah SKPK terkait, mulai dari Dinas Sosial, Kominfo, BPBD, PUPR, BPKK, Perkim, hingga Dinas Pendidikan, didampingi camat dan reje setempat.

“Ini situasi darurat. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita menyeberang sungai dengan rakit seadanya. Keselamatan mereka harus diutamakan,” ujar Wabup Muchsin.

Wabup Muchsin bahkan ikut menyebrang bersama siswa menggunakan rakit drum. Ia juga membagikan susu gratis kepada para siswa.

“Tetaplah semangat menimba ilmu, meski dengan kondisi seperti ini. Pemerintah akan berusaha mencari solusi terbaik,” katanya.

Dihadapan rombongan, guru, dan siswa itu lah kemudian Wabup Muchsin berjanji akan membangun kembali jembatan tersebut di bulan Oktober tahun ini.

“Dananya sudah tersedia, Insya Allah kalau tidak ada halangan, mohon doanya, diupayakan bulan Oktober ini sudah kita bangun,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan, dan senyuman siswa.

Janji itu memantik semangat para siswa yang mendengar, mereka tersenyum kegirangan, menunggu hari sekolah tanpa bahaya melintas sungai dengan rakit drum.

Lalu, mungkinkah janji itu bisa terealisasi?

Menjawab hal ini, Tim Lintasgayo.com mencoba menelusuri lebih jauh sumber dana yang disebut Wabup Muchsin sudah tersedia untuk membangun jembatan itu.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Aceh Tengah Ir Pijas Visara mengatakan pihaknya sudah menyiapkan beberapa opsi untuk membangun kembali jembatan tersebut.

Salah satunya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.

“Skemanya melalui APBD Perubahan. Membangun kembali jembatan itu adalah prioritas bagi kami,” ujarnya saat dihubungi Tim Lintasgayo.com, Jum’at (12/09/2025).

Pijas juga menjelaskan pihaknya sebelumnya juga telah mengajukan usulan pembangunan jembatan itu kepada Kementerian PUPR melalui BPJN Aceh.

“Meraka juga telah turun langsung melakukan verifikasi dengan foto serta dokumentasi drone,” tambahnya.

Memastikan informasi soal apakah benar pembangunan jembatan itu telah masuk dalam APBD-P Aceh Tengah Tahun 2025, Tim Lintasgayo.com mengkonfirmasi langsung Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tengah, Gunawan Putra, Sabtu pagi (13/09/2025).

Namun hingga berita ini terbit upaya konfirmasi yang dilakukan belum mendapat jawaban. (Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.