Takengen | Lintas Gayo : Gerhana bulan yang dilaporkan akan terjadi pada Kamis (16/6) dinihari ternyata tidak bisa disaksikan oleh warga dataran tinggi Gayo, khususnya Kabupaten Aceh Tengah. Pasalnya, awan tebal menutupi langit sehingga detik-detik gerhana yang langka terjadi tersebut tidak bisa disaksikan.
Salah seorang pehobi foto yang tergabung di Gayo Fotografer Club (GFC), Ozi yang berdomisili di Kampung Belang Bebangka Kecamatan Pegasing mengaku sudah mempersiapkan segala perangkat yang ada untuk mengabadikan momen tersebut. Namun hingga sekitar pukul 01.59 Wib suasana langit yang tertutup awan tebal tidak berubah.
“Mau dibilang apalagi, Pemilik alam raya ini berkehendak lain. Walau demikian, saya akan coba menunggu hingga pukul 05.00 Wib. Siapa tau saya beruntung,” kata Ozi bernada pasrah, Kamis (16/6) dinihari.
Pernyataan yang sama juga diungkap Khalis yang berdomisili di Kampung Simpang Kelaping kecamatan yang sama dengan Ozi.
“Saya keluar masuk rumah sejak pukul 00.30 Wib dan sudah menyiapkan tripod serta telah memastikan baterai dan memory kamera agar siap dan tak ada kendala saat memotret gerhana yang katanya akan terulang lagi seratus tahun mendatang, namun cuaca ternyata gelap,” kata Khalis yang juga sebagai salah seorang pendiri GFC.
Seperti yang ramai diberitakan disejumlah media online, menurut Hakim L. Malasan, Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, dikatakan sebagai fenomena spektakuler karena proses terjadinya gerhana sangat panjang dan lama. Termasuk pula akan memperlihatkan warna-warna yang menarik.
“Jadi sinar matahari akan memberikan seberkas sinarnya pada bulan, sehingga bulan tidak akan terlihat seperti bola hitam di langit. Bulan akan terlihat dengan sinar redup kemerahan akibat dari polusi di atmosfir,” kata Hakim L. Malasan seperti dirilis oleh sejumlah media. (Wein Mutuah)