Takengon | Lintas Gayo : Walau tidak mengikuti hasil keputusan Pemerintah Republik Indonesia melalui Surat Keputusan menteri Agama RI yang menetapkan 1 Syawal 1432 Hijiriah jatuh pada Rabu, 31 Agustus 2011, Warga Muhammadiyah Kabupaten Aceh Tengah yang akan melaksanakan shalat ‘id disejumlah tempat di Aceh Tengah pada Selasa (30/8/2011) tetap mendapat pengamanan resmi dari jajaran Polres Aceh Tengah.
Hal ini ditegaskan Kapolres Aceh Tengah AKBP Edwin Rahmat Adikusumo, Senin (29/8) bahwasannya pihak kepolisian selama kurun waktu lima tahun belakangan ini terus mengamankan jalannya ibadah yang dilaksanakan oleh warga Muhammadiyah, khususnya pada pelaksanaan shalat ‘idul fithri dan ‘idul adha.
“Sebanyak 15 orang personil kita siagakan dilokasi shalat ‘id warga Muhammadiyah di lapangan SMAM Mampak Kebayakan,” kata Kapolres.
Sejauh ini kemanan dan ketertiban di wilayah kerjanya berjalan aman dan lancar tanpa ada pihak pihak yang mengotori pelaksanaan ibadah Muhammadiyah dalam melaksanakan ibadah shalat, khususnya shalat ‘id yang beberapa tahun ini terus mengalami perbedaan dengan pemerintah
Namun demikian pihak kepolisaian terus memantau kondisi keamanan dengan menyiapkan personilnya disejumlah titik lokasi. Sedangkan untuk keamanan seperti operasi Ketupat Rencong, Polres Aceh Tengah menyiagakan 100 personil kepolisian yang ditempatkan di sejumlah posko dan kecamatan.
Sementara itu, mantan Pimpinan Muhamadiyah Kabupaten Aceh Tengah, Zamri SPdI juga membenarkan adanya pengamanan yang dilakukan Polres setempat dalam pelaksanaan shalat ‘idul fithri setiap tahunnya.
“Tanpa dimintapun kepolisian datang untuk mengamankan jalannya shalat ‘idul fithri bagi Muhamadiyah, sehingga Muhamadiyah tidak lagi memikirkan dalam hal pengaman,” kata Zamri. (SN)