by

Pembentukan ISBI untuk Penguatan Budaya Lokal di Aceh

Banda Aceh | Lintas Gayo – Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) melaksanakan rapat kerja di Hotel Hermes Banda Aceh, Minggu (08/07/2012) lalu. Kegiatan ini dibuka Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang diwakili Sulaiman AW, Kabag Agama Biro Keistimewaan, kegiatan ini berlangsung 8-12 Juli 2012.

Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar, M.Hum selaku rektor Institut Seni Indonesia Padang Panjang mengatakan ISBI dibentuk sebagai penguatan budaya-budaya lokal, banyak alasan yang digunakan sebagai rangka pengembangan daerah tentu yang mempunyai nilai kreatifitas-kreatifitas lokal yang patut di gali. Salah satunya institusi yang patut dibentuk adalah institusi seni dan punya nilai-nilai seni, terang Mahdi Bakar.

Sementara itu rektor Unsyiah Prof. Dr. Syamsurizal mengatakan, begitu banyak mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi memilih jurusan kedokteran yang memang menjadi jurusan favorit.

“Tetapi tidak memandang bahwa betapa banyak juga dokter-dokter yang tidak sukses dalam karirnya tapi bila kita lihat seniman-seniman yang telah mengeluarkan karya dalam bentuk buku atau film sebagai contoh berapa omset yang diperoleh dari pembuatan buku dan film harry potter dan film-film lainya yang lahir dari seni”, ujar Samsul Rizal

Rektor unsyiah ini juga menyesalkan tidak terealisasinya Institut Kesenian Aceh (IKA) yang seharusnya berdiri di Bener Meriah. Padahal pada waktu itu kepanitiaan sudah terbentuk, tambahnya

Amatan Lintas Gayo selain Rektor ISSI Padang Panjang Prof. Dr. Mahdi Bahar S, Kar, M.Hum, rektor Unsyiah Prof Dr. Syamsurizal,Ā  turut sejumlah tokoh akademisi dan budayawan Aceh, diantaranya Fuad Mardatillah dari IAIN Ar-Raniry, Syamsul Kahar dari Serambi Indonesa dan Salman Yoga S yang satu-satunya seniman yang berasal dari Gayo. (Zuhra Ruhmi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.