Takengon | Lintas Gayo – Saat ini Kopi Gayo merupakan produsen kopi terbesar di dunia selain negara-negara penghasil kopi lainnya, seperti Brazil, Honduras, Chile dan lainnya. Amerika merupakan penampung terbesar kopi Gayo hingga mencapai 80 persen produksi kopi Gayo tersebut. Sisanya kopi Gayo dikonsumsi beberapa negara maupun konsumsi lokal.
“Tahun 2013, pasar kopi Gayo akan merambah ke pasar-pasar Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, China Daratan, Honkong, Taiwan”, kata Mustawalad ketua Asosiasi Fair Trade Indonesia (AFTI) dalam sesi wawancara terencana pada uji calin anggota muda PWI Aceh untuk wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah di Hotel Bunda Takengon, Sabtu (15/12/2012).
Hal tersebut dilakukan untuk memperluas pangsa pasar kopi Gayo, untuk itu tambah Mustawalad, produsen kopi Gayo dalam hal ini petani harus selalu memperhatikan empat hal, mulai dari kebersihan produk (clean), peka terhadap lingkungan dan tanaman kopinya (Care), cita rasa dipertahankan (Konsisten), dan supply nya tidak terputus (kontinu).
“Ke-4 hal tersebut yang perlu diperhatikan petani untuk mengembangkan pasar kopi Gayo yang bersumber dari produsennya, hal ini telah kami jelaskan kepada petani”, terangnya.
Selain dari produsen yang menjaga kualiatas kopinya, AFTI juga akan melakukan beberapa pendekatan dengan negara-negara konsumen yang ada di dunia termasuk Asia.
“AFTI tahun 2013 akan mengadakan pameran kopi dibeberapa negara, April 2013 menggelar pameran kopi di Amerika, dan November 2013 kita akan mengadakannya di Seoul Korea Selatan sebagai awal dari kerjasama kopi di Asia hal ini dilakukan untuk lebih mengenalkan kopi Gayo yang selama ini dikenal dengan sebutan Gayo Specialty Coffee,” tambah Mustawalad.
Untuk semua itu, Mustawalad mengharapkan terjadinya kerjasama antara petani, koperasi dan para eksprortir, agara tidak terjadi ketimpangan antara ketiganya.
“Perlu adanya kerjasama yang baik antara petani, koperasi dan eksportir, agar tidak ada kerugian, petani untung pihak koperasi untung dan eksportir juga untuk, tidak satu-satu yang untung,” tutup Mustawalad.(Darmawan Masri/red.04)