Warung Gayo akan Dibuka di Ibu Kota

Jakarta | Lintas Gayo : Selain memiliki destinasi wisata, Gayo juga memiliki budaya yang mencirikan pewarisnya. Selain itu, Gayo juga memiliki beragam kuliner baik minuman, kue maupun makanan yang khas. Namun, di kota-kota besar tanah air, masakan khas Gayo sangat sulit didapatkan. Kecuali, dalam acara-acara masyarakat Gayo di perantauan yang terbilang terbatas.

Berawal dari kebiasaannya membawa pengat Gayo bagi teman-temannya di kantor dua bulan belakangan, Bakri Gayo, pembuat “Peta dan Atlas Indonesia-Dunia” mencoba membuka Warung Gayo di Ibu Kota Negara. “Biasanya, istri saya, Nirwanida, masak di rumah dan menitipkan pengat Gayo buat teman-teman. Mereka jarang makan masakan Gayo dan senang sekali saat menikmati pengat tersebut, jelas Bakri di Senayan, Jakarta, Rabu (8/6).

“Setiap saya bawa pengat Gayo, mereka mendorong saya agar membuka warung. Sedep pedeh boh. Hana lagu mangan i kediring ni Lut Tawar ro kami (Enak kali boh. Apa kayak makan di pinggir Danau Laut Tawar kami),” kata Bakri menirukan ujaran teman-temannya. Dari kejadian tersebut,” sambung Bakri, saya berpikir untuk mencobanya. Lebih baik mencoba. Walaupun, sementara waktu, terbatas hanya buat orang-orang Gayo yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang (Jabodetabek).

“Dan syukurnya lagi, insyaAllah saya akan dapat orderan masakan Gayo dari teman saya tadi. Saya berharap, dengan adanya Warung Gayo ini nantinya, masyarakat Gayo dapat mengobati kerinduan mereka pada kampung halaman, tanoh Gayo. Lebih dari itu, dapat memperkenalkan kuliner Gayo di tingkat nasional. Pada akhirnya, orang non-Gayo akan turut tahu mengenai Gayo dan tanoh tembuni” jelas Bakri (Win Kin Tawar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.