Mereka menolak pemberhentikan Ir. Syukur Kobath sebagai rektor UGP melalui Surat Keputusan Ketua Yayasan Gajah Putih Takengon Nomor : 01/YGP/AT/SK/II/2013 Tanggal 03 Maret 2013 tentang Pemberhentian Rektor Universitas Gajah Putih Takengon Masa Bakti 2009-2013 dan menunjuk Pelaksana Tugas Rektor Universitas Gajah Putih.
Para mahasiswa juga menyatakan penolakan Mirda Alimi, S, SE, M.Si karena dinilai melanggar ketetapan Dirjen Dikti dan Kopertis Wilayah I Aceh- Sumut. Mirda Alimi berstatus Pegawai Negeri Sipil dan masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah.
Adapun tuntutan bersama mahasiswa Universitas Gajah Putih Takengon tersebut tertuang dalam surat nomor : 006/No.005/MPM-UGP/II/2013 tanggal 04 Maret 2013 diantaranya :
- Menolak dengan tegas Keputusan Ketua Umum Yayasan Univeritas Gajah Putih Takengon tentang Pemberhentian Ir. Syukur Kobath dari jabatan rektor Universitas Gajah Putih. Karena menyalahi Keputusan rapat senat Universitas Gajah Putih Takengon dan dianggap syarat dengan Kepentingan Politik.
- Menolak MIRDA ALIMI, S, SE, M.Si sebagai rektor Universitas Gajah putih karena melanggar ketetapan Dirjen Dikti dan Kopertis Wilayah I Aceh- Sumut yang notabennya Mirda alimi bersetatus Pegawai Negeri dan menjabat sebagai kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tengah
- Memboikot dan membekukan proses administrasi dan proses perkuliahan di Universitas Gajah putih Takengon sampai surat keputusan ketua yayasan Universitas Gajah Putih Takengon di cabut dan dibatalkan serta mengangkat kembali Ir. Syukur Kobaht kembali menjadi Rektor Universitas Gajah Putih Takengon.
Amatan lintas Gayo demo mahasiswa UGP Takengon yang digelar dari pagi hari sampai siang ini masih berjalan tertib dan nampak sebagian jalan dan pintu ruangan di segel mengunakan dedauan dan ranting kayu. (LG017)
Demo mahasiswa jangan terjebak kepada personal, jangan terjebak menolak dan mendukung. yang harus diawasi dan dikawal adalah prosesnya. makanya saya usulkan agar mahasiswa membedah statuta UGP dan mengadakan debat calon rektor UGP.