Mobil Bupati Tagore Ditembak Dengan SLR 95

Redelong | Lintas Gayo : Jenis senjata yang ditembakkan ke Mobil Bupati Kabupaten Bener Meriah mulai terungkap, hasil uji balistik terhadap proyektil yang ditemukan di dalam dashboard dan chasis mobil milik Ir. H. Tagore Abubakar adalah jenis proyektil yang digunakan oleh senjata api laras panjang.

Kesimpulan itu didapat dari hasil penelitian dan uji balistik yang dilakukan personil Pusat Laboratorium Forensik Sumatera Utara (Puslabfor Sumut) yang bertugas dua hari di Bener Meriah. Hasil penelitian itu juga menunjukkan, senapan yang digunakan adalah semiotomatis atau otomatis dengan jenis peluru api. Jenis SKS buatan Cina. Kemungkinan lain, proyektil tersebut digunakan untuk senapan laras panjang model SLR 95 buatan Bulgaria.

Kapolres Bener Meriah, AKBP. Drs. Hari Apriyono, menjawab Wartawan di kantornya,  Selasa (14/6).  dikatakannya, berdasarkan hasil penelitian dari dua butir proyektil peluru yang ditemukan di mobil Tagore adalah kaliber 7,62 x 39 mm, ciri khas peluru senapan laras panjang. Hasil uji Puslabfor Sumut ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup berarti dalam upaya menguak tersangka pelaku penembakan mobil Bupati Bener Meriah.

Menurut AKBP Hari Apriyono, senjata laras penjang model SKS buatan Cina dan SLR buatan Bulgaria itu tak pernah digunakan sebagai senjata organik TNI/Polri. Hanya digunakan oleh tentara dan polisi oleh negara-negara di luar Indonesia.

Kemungkinan lain, lanjut Hari Apriyono, senpi laras panjang model SKS buatan Cina dan SLR 95 buatan Bulgaria itu merupakan sisa-sisa masa konflik Aceh yang diperoleh dari luar negeri dan dimasukkan ke Aceh. Sedangkan senpi jenis itu bukan senpi standar yang digunakan militer Indonesia, baik TNI maupun Polri, karena tak layak pakai.

Berbeda dengan hasil uji suara yang dilakukan di tempat kejadian, yakni jembatan Uning Bersah, Kecamatan Bukit, Bener Meriah beberapa waktu lalu, dari hasil uji suara tembakan berbagai jenis senpi itu dan dicocokkan dengan suara senpi pada malam kejadian, disimpulkan bahwa suara tembakan itu berasal dari senpi laras pendek.

Hasil pantauan Lintas Gayo, Polres Bener Meriah sudah pernah membongkar dashboard dan chasis mobil tersebut, namun tidak ditemukan proyekti dan selongsong peluru. Namun setelah dibuka ulang oleh Puslabfor Sumatra Utara, ditemukan dua butir proyektil peluru yang tersangkut di sela-sela badan mobil tersebut.

Kedua butir proyektil itu kemudian diperiksa di Puslabfor Sumut. Hasilnya dikirim ke Polres Bener Meriah. Dari hasil penelitian, uji balistik proyektil dan melihat alur proyektil tersebut, disimpulkan AKBP Hari Apriono bahwa proyektil yang ditembakkan ke mobil Bupati Tagore berasal dari senapan laras panjang model SKS atau SLR 95 buatan luar negerijar.

Mendengar hasil terbaru mengenai temuan bukti-bukti proyektil tersebut, Bupati Ir. H. Tagore mengatakan, sangat berterimakasih dengan kinerja aparat kepolisian. Dia juga berharap, denga terkuaknya jenis senjata dan proyektil yang mencoba menghilangkan nyawanya itu dapat membongkar siapa pelaku sebenarnya.

“Terimakasih saya ucapkan kepada aparat kepolisian, semoga pelaku cepat tertangkap. Agar masyarakat tidak takut dan khawatir dengan masih adanya penjahat bersenjata di daerah tersebut,”ungkap Tagore melalu telepon selulernya kepada Lintas Gayo. (Aman Buge)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.