by

Backpacker Medan Penasaran Dengan Kota Takengon

Komunitas Backpacker Medan (BPM). Foto : doc BPM

Takengon | Lintas Gayo – Sebanyak 5 orang anggota komunitas Backpacker Medan (BPM) dan salah satunya bernama Oky Zulkarnaen bersama  empat orang lainnya yang berasal dari Medan memilih menyambangi Provinsi Aceh untuk menghabiskan liburan akhir tahunnya.

Mereka tergabung dalam komunitas yang berdiri sejak April 2010 lalu. BPM sendiri merupakan cabang regional dari Forum Backpacker Indonesia (FBI). Komunitas ini merupakan wadah pemuda-pemudi yang memiliki hobby yang sama yaitu travelling.

Anggota BPM memiliki latar belakang yang berbeda-beda, bahkan banyak dari anggota bukan penduduk asli Medan, keinginan untuk mengexplore keindahan suatu daerah secara langsunglah yang menyatukan mereka.

Bagi Oky dan teman-temannya bepergian ala backpacker bukanlah yang pertama kali, selama ini mereka sudah sering bepergian bersama menjelajahi Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Namun untuk keluar Sumut baru kali ini mereka lakukan.

Kota pertama yang akan mereka jelajahi yaitu Kota Takengon pada 24-26 Desember, selanjutnya Kota Banda Aceh, Sabang, dan jika memungkinkan mereka akan menuju Pulau Banyak di Kabupaten Singkil.

“Jika cuaca mendukung, kami berencana akan camping di seputaran kawasan Danau Lut Tawar kemudian siang harinya akan mendatangi tempat-tempat wisata di Kota Takengon, namun jika tidak kami harus berpuas diri menginap di penginapan” ujar Oky saat dihubungi via selular, Jumat (23/12/2011).

Pada awalnya Oky memperoleh cerita tentang Kota Takengon dari tetangganya yang bersuamikan orang Takengon, maka untuk membunuh rasa penasaran akan cerita tersebut ia mencoba browsing dari berbagai sumber.

Diakuinya info tentang wisata belum sepenuhnya dapat ia peroleh melalui browsing namun sedikitnya dapat membantu mengurangi rasa penasarannya.

Menurut Oky yang sudah sering menjelajahi kota-kota di Indonesia saat ia ditugaskan bekerja di suatu daerah, dengan melakukan perjalanan ia jadi lebih bisa menerima kenyatan hidup dan segala kemungkinan yang akan terjadi.

(Ria Devitariska/03)

.

Comments

comments