by

Walau Ditaklukkan Laskar Si Pitung, Macan Leuser Harus Tetap Garang

Blang Kejeren | Lintas Gayo – Walau tim Persatuan Sepak Bola Gayo Lues (PSGL) menderita kekalahan yang cukup telak pada pertandingan melawan Persitara Jakarta Utara dalam putaran pertandingan Liga Divisi  Utama yang berlangsung Jumat (27/1/2012) pukul 15.30 WIB, para pendukung PSGL tidak kecewa dan tetap bangga.

Seperti diungkapkan salah seorang pecinta sepak bola di Blang Kejeren, Syaiful  Anwar setelah menyaksikan pertandingan tersebut melalui siaran langsung salah satu televisi di Indonesia AN TV. “Kalah bukan berarti menyerah, ini bukan menjadi penyesalan tapi kita jadikan sebagai pembelajaran dan pengalaman apa lagi tim kita,” ujar Syaiful Anwar dengan nada semangat.

Menurutnya, dia sangat memaklumi kondisi tim yang berjuluk Macan Leuser itu masih terlalu muda dalam mengikuti kompetesi yang bergengsi di negara ini. “Kami bangga menjadi pendukung tim Macan Leuser dan akan selalu memberi semangat untuk kemenangan,“ serunya saat di wawancarai di sebuah café di seputaran kota Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues.

Dalam pertandingan tersebut, tim asuhan Kustiono tersebut harus mengakui keunggulan tim Persitara Jakarta Utara dengan hasil pertandingan 1 – 4.

Gol Persitara diciptakan oleh pemain asingnya, Patricio Zimenes, Evrard, dan Adolfo dengan dua skor diciptakan dari kaki kapten kesebelasan Persitara, Patricio Zimenes ini.

Sedangkan untuk gol PSGL diciptakan oleh pemain asing juga yang terhitung baru bergabung dengan PSGL, Felix Noukwe Obinna asal Nigeria.

Amatan Lintas Gayo, pada pertandingan yang ke-6 ini PSGL terlihat sedikit susah dalam mengontrol bola, salah satu faktornya karna lapangan yang kurang baik.

Danie Siahaan yang menjadi komentator pada pertandingan sore itu mengungkapkan bahwa terlihat pelatih PSGL Kustiono masih belum mantap dalam penetapan posisi untuk tim PSGL. Dia juga menilai tim PSGL terlihat sedikit susah dalam penyelesaian bola untuk mendapatkan gol. Begitu juga dengan pemain di lini tengah nampak tim yang rata-rata umurnya antara 24-25 ini masih belum berpengalaman dalam mempertahankan serangan dari tim berjuluk Laskar Si Pitung tersebut.

Hasil pertandingan ini menjadikan tim PSGL hanya tetap mendapatkan tetap nilai 1 poin saat menghadapi PSIM Yogyakarta dengan skor 1-1.

Dalam kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia ini, tim Macan Leuser adalah satu-satunya dari Provinsi Aceh. (Supri Ariu/Red.03)

.

Comments

comments