by

Rasyidin, Tak Tamat SD Sukses Usaha Bubuk Kopi

Takengen | Info Lintas Gayo : Ternyata tingginya pendidikan yang ditempuh tak menjamin  suksesnya jalan hidup seseorang. Rasyidin, pemilik perusahaan Bubuk Kopi Gayo Lakun Coffee yang beralamat di Bale Takengen Aceh Tengah memiliki omzet jutaan perharinya dengan pemasaran seluruh Aceh dan kini merambah ke Sumatera Utara.

Rasyidin yang mengaku hanya berpendidikan hingga kelas V SD ini memulai usahanya dari jasa penggilingan bubuk dan hingga kini ternyata mempekerjakan 18 orang untuk melakukan proses produksi di perusahaannya.

Dijelaskan, untuk saat ini permintaan pasar tertinggi berasal dari Banda Aceh, lalu Takengen, Langsa, Lhok Seumawe, Idi, Bener Meriah, Tapaktuan, Meulaboh dan terakhir Binjai dengan kapasitas produksi mencapai 0.5 ton bubuk kopi perharinya.

Adapun proses yang harus dilalui hingga menjadi bubuk kopi, paparnya, antara lain sortase, pencucian, gonseng, pendinginan, penggilingan, penghalusan, pendinginan kembali, packing dan terakhir finishing.

Walau amatan Info Lintas Gayo, Rasyidin sudah sukses, namun dia menolak dikatakan demikian. “Lakun Coffee belum ada apa-apanya dibanding usaha bubuk kopi lainya di Aceh, apalagi di level nasional,” ujar Rasyidin merendah.

“Kita tidak boleh cepat puas akan tetapi terus berupaya lebih maju lagi,” ucapnya seraya menyatakan dalam berbisnis, dia hanya mengandalkan naluri, kemauan keras, membangun jaringan atau relasi dan mau belajar.

Ditanya keinginannya bekerja sama dengan pihak lain, Rasyidin menyatakan sangat terbuka dan yang terpenting adalah saling menguntungkan dan saling percaya. “Mari berbisnis kopi Gayo bersama Lakun Coffee,” ajak Rasyidin

Akhir-akhir ini, Lakun Coffee juga telah memproduksi bubuk kopi Luwak mengingat tingginya permintaan pasar terhadap kopi yang kualitasnya secara alami dibantu oleh Musang.

Rasyidin juga berencana akan menambah media promosi dan penjualan produknya dengan sistem on line.

Menurutnya, promosi adalah hal penting dalam mengembangkan usahanya dan merupakan kegiatan urutan kedua yang diutamakan setelah kualitas produk.

Untuk promo, dirinya sudah keluarkan biaya cukup banyak untuk promosi produksi saya, baik dengan spanduk, stiker, iklan di media cetak dan bahkan di media on line seperti di situs berita Info Lintas Gayo dengan alamat www.lovegayo.com.

“Perkembangan informasi sudah sangat maju, internet sudah bisa diakses hingga ke pelosok-pelosok dunia. Kita tidak boleh ketinggalan,” pungkas Rasyidin. (akb)

Comments

comments