by

Kaji Dulu Sebelum Tebar Ikan di Danau Lut Tawar

Takengon | Lintas Gayo – Hampir tiap tahun, Pemerintah melakukan penebaran ikan yang bertujuan meningkatkan stok ikan serta peningkatan produksi ikan hasil tangkapan di Danau Lut Tawar.

Namun ternyata penebaran ikan yang telah dilakukan selama ini dinilai kalangan peneliti salah kaprah, karena dilakukan tanpa terlebih dahulu melihat potensi pakan alami yang tersedia di perairan Danau Lut Tawar, sehingga penebaran ikan yang telah dilakukan sering tidak memberikan dampak yang positif seperti yang diharapkan. Kemudian tidak sampai disitu saja, penebaran ikan yang telah dilakukan selama ini menyebabkan populasi ikan asli dan endemic menjadi terancam.

Hal ini kembali ditegaskan oleh dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Putih Takengon, Iwan Hasri, S.Pi, M.Si, Senin 25 Juni 2012 setelah melakukan penelitian terkait stock ikan di Danau Lut Tawar beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Iwan Hasri, timnya dari Universitas Gajah Putih telah turun pada saat musim hujan pada bulan Mei lalu. Hasil sementara yang telah didapatkan, bahwa dari analisa studi kebiasaan makan (feeding habits) ikan, ditemukan bahwa beberapa ikan native (ikan asli) di Danau Lut Tawar memiliki jenis makanan yang sama dengan ikan yang ditebar selama ini, sehingga diduga telah terjadi persaingan makanan antar ikan native dan ikan introduksi.

“Nilai kecerahan di dapat bahwa perairan bersifat oligotrof, yang artinya perairan masih berada dalam kondisi kurang subur, namun hal ini masih dugaan sementara karena harus dilihat beberapa parameter lain yang saling terkait,” kata Iwan Hasri.

Berdasarkan hasil uji penangkapan ikan terdapat tujuh belas jenis ikan yang ditemukan oleh tim peneliti. Jenis ikan yang tertangkap didominasi oleh jenis ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan ikan Depik (Rasbora tawarensis).

“Kegiatan penelitian ini masih terus berlanjut hingga akhir tahun ini, dengan harapan semoga tercapai tujuan yang diinginkan dan bermanfaat bagi semua pihak terutama para stakeholder yang terlibat,” pungkas Iwan Hasri. (Ardi/red.03)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.