by

Mengintip Sejarah, Menilik Kisah (Juara II Lomba Cipta Puisi HUT Takengon)

: kepada Putri Pukes

Oleh: Febri Mira Rizki

Terjengkal dalam doa-doa malam

Aku menimbang mitos pada kenangan sejarah

yang diperah bersama suara-suara alam.

Mendulang lagenda berkisah pada resah yang masih basah, tentang Putri Pukes kepunyaan cinta, mewujud batu yang nyata. Berlatar danau laut tawar, dikepung goa membumbung. Kampong Nosar.

Kudapati nafas dingin berhamburan. Melinting rapalan jejak-jejak cerita, Putri Pukes membatu jua, tumbuh seakan ruh menyeluruh dalam air mata.

Berteman diamnya kendi pun sumur berisi, namun serupa adanya (kering tanpa rasa).

Alamat gelisah, siapapun mengambil kepunyaanku

Harta yang membatu bersama “aku”

Seraya dihantui selalu, kembalikan!

Kau perawan yang dipinang rembulan. Pasrahlah suntingmu di ujung angan! Sambil menghitung kisaran perawakan insan.

Berpulang pada ikat yang tersemat di lingkar usia

Adalah perkawinan: Angkap, Kuso-Kini, dan Juelen.

Berpinta Juelen, Putri Pukes memandah dilangkah-langkah siempunya milik, menghuni bersama suami_munenes.

Teman abdiku padamu, kau jamukannya dalam rupa kuali,

kendi, lesung, alu, piring, periuk, dan peralatan rumah tangga lainnya.

Perpisahan Bu menasbihkan tuturmu padaku. Akulah Putri Pukes berjalan tanpa boleh melihat ke belakang. Bertahan dalam tangis yang mengisak dan rasa perih ingin teriak, meski harus dan terus berjalan meninggalkanmu.

Maaf Bu, tak sengaja pantangan terabaikan olehku. Petir menyambar, awan gelap melalap. Sumpah serapah mengubah aku menjadi pasrah_Batu.

Gua bermukimku (Putri Pukes): bertapa dalam sunyi tanpa ada yang menemani.

Terinspirasi dari berbagai sumber.

Febri Mira RizkiFebri Mira Rizki, lahir di Lhokseumawe 09 Februari 1990. Pernah menjuarai lomba kepenulisan seperti cipta puisi, baca puisi, cerpen, artikel dan karya tulis. Karyanya terbit di Tabloid Gaul, Buletin JEJAK, Buletin Pustaka, Majalah DINAMIKA, Medan Bisnis, Waspada, Mimbar Umum, Orbit, Jurnal Medan dan media on-line C-MAGZ, Koran Bogor, Radar Indonesia, Harian Lahat, AtjehLINK, dan Lintas Gayo. Juga termaktub dalam puluhan Buku Antologi. Di tahun 2012 ia mendapat WSC AWARD sebagai Penulis Puisi Terproduktif dan Penulis Buku Terproduktif.  Naskah puisinya di atas berhasil meraih juara II di lomba cipta puisi memperingati HUT Kota Takengen ke 436.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.