by

Puisi: Dani Sukma AS

Empat Babak Kesunyian

/1/

termangu di sudut tunggu, menjenguk sunyi yang lindap dalam isyarat batin

sebab rubiyat rindu telah berpulang ke rumah tuhan

sedang percakapan belum usai kita tuntaskan

lalu kita menyerah pada diam

yang paling hitamā€¦

 

/2/

serupa malam, aku tirakati purnama di sedu penghabisan

berharap mencumbu bulan sebelum akhirnya kuziarahi pusara ketiadaan

lalu kutuliskan cerita-cerita masa lalu yang menoktah kenangan

sebab kau terlanjur mewujud epitaf-epitaf elegi

yang paling sepi

 

/3/

sudahkah kau temu surga, kekasihku?

sebab ini pagi, aku kembali menggiring subuh dalam rapal doā€™a

berharap degubĀ alif, ba, taĀ menelikung malaikat hingga sampai padamu,

dan sebenar hening ada untukmu cinta; sebab doa jantungku merupa segala

yang palingĀ moksa!

 

/4/

setelah kepergianmu

ini sunyi menjadi mantera; diam, sepi, dan hening

sebab, bibirku tak mampu mengeja kata

aku tak bersuara

namun cerita tentangmu ialah doa jantung yang menghidupkan segala!

Padepokan Kompak,, 2013

Sajak Lelaki Penanti

Samar kutelikung semacam kenangan atas namamu

Sedang rindu berkibar-kibar dalam detak jantung

Merupa kemerdekaan cinta yang tiada tuntas

Selagi almanak kasih digurat Tuhan

Dalam jejak perpisahan

Di ujung jalan

 

Aih, mengapa jarak yang merentang di antara kita

Serupa penghakiman hati dalam jeruji luka

Adakah kau rasa rinduku yang maha

Adakah kau rasa kasihku yang moksa

Sungguh! Ini cinta membuat tangis lelakiku menggema

Membumbung ke langit karma!

 

Pulanglah, jangan siksa aku dengan penantian

Akan kudekap engkau hingga sedu nafas penghabisan

Dalam binar kebahagiaan di rumah Tuhan!

Padepokan Kompak, 2013

Dani SukmaDani Sukma AS, Mahasiswa Program Magister Pendidikan bidang keilmuan Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Malang. Menjadi salah seorang penggagas Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK). Karyanya baik berupa cerpen, puisi, maupun esai dimuat di beberapa media massa. Selain itu juga termaktub dalam beberapa antologi sastra, antara lain: Antologi Flash Fiction Kampoeng Horas. Antologi puisi 53 Penyair Cahaya Medan, Kumpulan [mirip] Cerpen; Para Penanti, dll. Email/Fb: wongjowo.dani@gmail.com.(kurator: LG-007)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.