by

Banyak Pertanyaan Melecehkan dalam Uji Kelayakan di DPR

Jakarta — Anggota Badan Kehormatan (BK) DPR, Ali Maschan Musa, mengatakan, selama ini banyak pertanyaan yang tak pantas diajukan oleh anggota Dewan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di parlemen. Hal tersebut dikatakannya terkait pengaduan Komnas Perempuan terhadap empat anggota Komisi I DPR yang dianggap melecehkan secara verbal saat menguji Agatha Lily, komisioner terpilih Komisi Penyiaran Indonesia, lima bulan lalu.

“Memang ada beberapa teman di sini juga yang sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kurang pantas dan layak,” kata Ali di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/12/2013).

Pertanyaan yang diajukan para anggota DPR, menurutnya, sering kali tidak berhubungan dengan materi yang seharusnya diajukan. Bahkan, kata Ali, beberapa di antaranya bernada melecehkan seperti yang dilaporkan Komnas Perempuan.

“Pertanyaan seperti, sudah punya pacar belum? Hari ini sudah mandi belum? Kok cantik sekali?” ujar dia.

Padahal, pertanyaan yang diajukan dalam fit and proper test seharusnya sesuai sehingga bisa benar-benar menguji kapasitas kandidat.

“Memang mereka mengajukan pertanyaan sambil bercanda, tapi kan ini DPR, tidak bisa begitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Komnas Perempuan mengadukan empat anggota Komisi I DPR ke Badan Kehormatan atas tuduhan pelecehan verbal terhadap salah satu calon komisioner KPI Agatha Lily saat uji kelayakan dan kepatutan berlangsung. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin (Fraksi PDI Perjuangan), Wakil Ketua Komisi I Ramadhan Pohan (Fraksi Partai Demokrat), anggota Komisi I Syahfan Badri Sampurno (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera), dan anggota Komisi I Oheo Sinapoy (Fraksi Partai Golkar).

Agatha Lily sendiri, saat dikonfirmasi, merasa tidak pernah dilecehkan saat uji kelayakan dan kepatutan berlangsung. Menurutnya, dia sudah mengenal beberapa orang yang menguji dirinya sehingga dia sama sekali tidak merasa terlecehkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. (Kompas)

Comments

comments