by

Dua Ide film dari Aceh Tengah masuk 10 besar ADC 2014

film
film

Takengen | Lintas Gayo – Tiga film dari Aceh Tengah masuk dalam 10 ide cerita terbaik Aceh Documentary Competition (ADC 2014). Seperti dirilis situs resmi ADC Jum’at, (23/5/2014), dua ide cerita tersebut masing-masing berjudul “Dedesen” diusulkan oleh Rahmi Ridzqi & Nova Sanjaya dan “Tepukan Duka Didong“, ditulis Junaifi & Sempurna.
Dalam milisnya itu, pihak Aceh Documentary mengumumkan peserta 10 besar setelah melakukan diskusi Kamis malam, (22/5) di secretariat ADC. Mereka memutuskan ide cerita terbaik bersama dewan juri independen yaitu, Fauzan Santa (praktisi film senior), Daspriani Y Zamzami (praktisi Media), Gading Hamonangan (Pengamat Sosial dan Budaya), Syekh Gazhali LKB (Produser).
Selanjutnya, masing-masing peserta akan mengikuti Present Forum (1/6) di Banda Aceh untuk presentasi mendalam ide cerita., sebelum pada akhirnya akan dilakukan seleksi 5 ide cerita terbaik.
Berikut 10 judul dan nama calon sutradara yang dirilis Aceh Documentary Competition (ADC) 2014:
1. Dalae’ (Dalail)
Arziqi Mahlil &Munzir dari Banda Aceh
2. Dedesen
Rahmi Ridzqi & Nova Sanjaya dari Aceh Tengah
3. Durian Bantu Pembangunan Mesjidku
Yan Ferzal & Khatidjah dari Aceh Selatan
4. Jingki Penumbuk Beras
Ratna Wulan & Hajijah dari Aceh Timur
5. Menari Di Kejauhan
Mimi Saputra & Debi Friado dari Aceh Barat
6. Pelangi Di Tepian Samudra
Muklas Syah Walal & Fuad Rizqi dari Aceh Singkil
7. Penyair (Penghikayat Boleh Mati, Tapi Seni Hikayat Tak Bileh Mati) Teater Tutur
Zulfan & Fitri Ramadhani dari Banda Aceh
8. Pancak Silat
Mifta Yuslu Khalbi & Nadya Susera dari Sigli
9. Teungku Rangkang
Muhajir & Muhammad Akbar Rafsanjani dari Sigli
10. Tepukan Duka Didong
Junaifi & Sempurna dari Aceh Tengah
Berdasarkan informasi dari situs tersebut, program ADC 2014 ini didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banda Aceh, tahun ini mengusung tema “Soul of Culture”, dimaksudkan untuk membantu pendokumentasian nilai-nilai Budaya yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang diharapkan dapat menjadi inspirasi masyarakat Aceh dan Indonesia umumnya, selain memunculkan sineas–sineas Muda Aceh. (Iwan Bahagia)

 

Comments

comments

News