by

Menanti Di Pinang, Pak Nas Persiapkan Diri

PAK NAs KERAWANG

Takengen | Lintas Gayo –Ir. H. Nasaruddin, MM Bupati Aceh Tengah saat ini sedang menjadi lirikan beberapa bakal calon Gubernur Aceh. Pernah tinggal di beberapa kabupaten di Aceh membuat sosok pria kelahiran tahun 75 ini semakin matang sebagai pemimpin di Dataran Tinggi Tanoh Gayo.

Walau sudah ada yang melirik sebagai bakal calon wakil namun Nasaruddin tidak sesumbar, dirinya akan lebih jauh melihat peluang dan respon masyarakat, kalaupun dirinya akan “dipinang”.

“Saya akui ada beberapa kandidat yang akan meminang sebagai bakal calon wakil gubernur, namun begitu saya masih mempertimbangkan pinangan tersebut, sebelum mendapat respon dari masyarakat di wilayah tengah ini terutama masyarakat Gayo,” kata Pak Nas sapaan sehari-hari orang nomor satu di kabupaten berpenghasilan kopi itu, (8/1).

“Saya masih membaca peluang, karena selain keputusan politik tentu harus dengan hitungan matang “Matematika”, terang Nasaruddin yang terus melakukan diskusi dengan beberapa tokoh, baik di wilayah tengah dan pesisir Aceh.

Sosok Nasaruddin kian familiar setelah 12 tahun sebagai pemimpin, selain bernah bekerja di beberapa kabupaten lain di Aceh sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), keberadaanya selalu mendapatkan tempat dalam hal persahabatan dengan silaturahmi yang kuat.

Cita-citanya hanya satu, bagaimana kehidupan masyarakat bisa terobati dengan membangun sarana-sarana penting di desa-desa agar mempermudah keluarnya hasil bumi, sehingga perekonomian masyarakat bisa akan lebih baik dari sekarang.

Dalam pertemuan 53 menit bersama Wartawan Rakyat Aceh di salah satu tempat, Nasaruddin mengungkapkan dengan cara terbuka menyangkut keinginanya akan maju sebagai orang nomor dua di pemerintah Aceh, kalau ada ijin ALLAH. “InsyaALLAH, kalau ada ijin saya akan maju, untuk membangun Aceh bersama masyarakat,” kata Nasaruddin datar.

Sejauh ini, Nasaruddin masih terus membaca peluang-peluang. Kehandalan berpolitik menjadikanya sosok terlama sebagai pimpinan Aceh Tengah ini (12 tahun-red), dia sadar masih banyak kekurangan-kekurangan dalam memimpin, wajar saja sebagai manusia biasa yang tidak terlepas dari kehilapan.

Di luar jam dinas, aku Nasaruddin dirinya menyempatkan diri untuk berdialog bersama tokoh-tokoh baik dari Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Kute Cane, Singkil, Sabussalam dan kabupaten yang ada di pantai Barat Aceh.

Bergerak pasti untuk meraih sukses, bagi Nasaruddin adalah hal utama yang perlu pertimbangan matang, apalagi untuk menjadi pemimpin Aceh. Baginya hari ini perlunya pasangan serasi untuk mengarungi “bahtera” sebagai pemimpin bila mendapatkan mandat dari rakyat Aceh.

“Saya siap (maju-red) bersanding untuk memajukan pembangunan Aceh kedepan, dan apalagi untuk wilayah tengah Aceh hari ini memerlukan perhatian serius untuk mendapatkan porsi yang sama dengan kabupaten-kabupaten lain,” terang Pak Nas.

Nasaruddin memang masih terloihat hati-hati dalam mengambil langkah untuk maju sebagai, bakal calon wali gubernur, namun bila semua nberjalan dengan baik, dirinya “Pak Nas) akan meminta mandat dari seluruh masyarakat wilayah tengah dan pesisir melalui tokoh-tokoh ulama, masyarakat.

“Sekali lagi saya masih menghitung kekuatan saya dan dukungan dari masyarakat, walau secara pribadi saya menyatakan siap untuk maju,” lanjut Pak Nas. Panjangnya “jalan” yang telah dilalui oleh Nasaruddin sebagai pemimpin dirinya bercita-cita membuka akses jalan yang selama ini masih sangat kurang untuk menghubungkan Aceh secara umum sehingg menjadi dekat.

Menurutnya lagi potensi Aceh sangat luar biasa dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, seperti memanfaatkan dan membuka kembali pelabuhan Krung Gukuh.

“Membuka pelabuhan Krung Gukuh berarti menghemat cost yang harus dikeluarkan oleh masyarakat atau pengusaha dalam pengeluaran barang,” ucap mantan pegawai salah satu dinas di Kabupaten Kota Cane ini.

Sebenarnya tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha, namun begitu untuk mengambil keputusan tepat sudah tentu Nasaruddin harus terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, terumata tokoh-tokoh Gayo dimanapun berada, juga tokoh-tokoh kharismatik yang ada di provinsi Aceh.

Ini adalah saat yang tepat untuk memunculkan tokoh Gayo di kancah pemilihan kepala daerah tingkat provinsi, selama ini keterwakilan atau kesempatan untuk “mewarnai” pilkada gubernur (Aceh) bukan tidak bisa, namun kesempatan yang belum ada, kata Jarwansyah tokoh dari Kota Cane.

Masyarakat wilayah tengah harus berani membuka diri untuk mendukung siapapun calon yang akan di pinang bakal calonj Gubernur Aceh nantinya. Wilayah tengah membutuhkan keterwakilan di provinsi dalam posisi untuk wakil, karena kita sadar sebagai masyarakat yang minoriotas harus bangun untuk mengusung siapapun demi pembangunan yang merata.

Nasaruddin untuk maju sebagai wakil gubernur Aceh, ternyata mendapatkan respon baik dari tokoh-tokoh yang ada di wilayah tengah, salah satunya tokoh dari Kabupaten Aceh Tenggara, Jarwansyah.

Pak Nas memimpin birokrasi di kabupaten Aceh Tengah sudah sangat lama, sebagai ASN dirinya sudah menguasai masalah menyangkut pemerintahan, “Untuk ilmu birokrasi sudah tidak diragukan lagi,” terang Jawarsyah.

Lain itu, para calon gubernur dari wilayah pesisir harus melihat peluang ini. Untuk kepemimpinabn Aceh saat ini harus yang menguasai masalah dan pandai dalam “mengelola” pemerintahan, “Bukan hanya sekedar duduk manis menjalankan program,” tutup Jarwansyah. (Jurnalisa-Harian Rakyat Aceh, 9 Januari 2016)

Comments

comments

News