by

Bupati Sarkawi: Kopi Gayo Banyak Kelebihan Hanya Satu Kekurangannya

Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi mendampingi Gubernur Provinsi Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT saat pelepasan produk ekspor kopi gayo ke pasar global oleh Presiden Joko Widodo secara Huybrid di  Koperasi Pedagang Kopi Ketiara Kampung Umang Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Kamis 03/12/2020
Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi mendampingi Gubernur Provinsi Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT saat pelepasan produk ekspor kopi gayo ke pasar global oleh Presiden Joko Widodo secara Huybrid di  Koperasi Pedagang Kopi Ketiara Kampung Umang Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Kamis 03/12/2020.

Takengon | Lintasgayo.com – Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi mendampingi Gubernur Provinsi Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT saat pelepasan produk ekspor kopi gayo ke pasar global oleh Presiden Joko Widodo secara Huybrid di  Koperasi Pedagang Kopi Ketiara Kampung Umang Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Kamis 03/12/2020.

Mengawali sambutanya Gubernur Ir. Nova Iriansyah, MT menyampaikan, kalau kita berbicara Tanoh Gayo itu tidak bisa dipisahkan dengan kopi dan kenikmatan, terimakasih kami  sampaikan kepada Ibu Arlinda Staf Ahli Kementerian Perdagangan Bidang Hubungan Internasional.

Melalui Ibu Arlinda, Nova Iriansyah, memohon untuk menyampaikan salam kami kepada Bapak Menteri  dari Pemerintah Aceh dari masyarakat Gayo, mudah-mudahan kedatangan ibu penanda perhatian yang begitu besar dari Presiden dan Menteri terhadap perkembangan pertanian yaitu kopi di Aceh Tengah.

Selanjutnya Gubernur Aceh juga mengutip pernyataan Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi bahwa Kopi Gayo ini banyak kelebihannya, tapi ada satu kekuranganya yaitu membuat kopi lain jadi tidak enak, ungkap Gubernur yang disambut tepuk tangan dan gelak tawa para undangan yang hadir.

Lebih lanjut Gubernur Nova menjelaskan, kalau pingin kaya jadilah saudagar/pedagang, kalau pingin kaya jadi Bupati itu adalah keliru. Tegasnya.

Ditengah-tengah pandemi ini kita adalah makhluk yang harus beryukur terkait situasi pada saat ini yang sedang berjuang dalam melawan pandemi juga tentang  dengan cuaca hari ini yang tidak menentu, mendung dan hujan gerimis. Kata Nova.

Sebagai Gubernur Aceh, ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Menteri dan staf ahli Kementerian yang telah memilih kota Takengon sebagai salah satu titik pelepasan ekspor produk Indonesia kepasar global. Sebut Nova.

Disamping itu Gebernur Aceh sangat mengafresiasi kepada para pelaku usaha Ny. Rahmah kami juga petani, pengepul dan yang bergelut dengan kopi mereka adalah pejuang kesejahteraan dan pasrtisipasi semua stekholder kopi ini tidak bisa kita anggap spele. Ungkapnya.

Sama halnya hari ini, kami menerima laporan bahwa ada 2 perusahaan yang berpartisipasi dalam pelepasan ekspor ini, yaitu Koperasi Permata Gayo dan Koperasi Ketiara, saya berharap komoditas ini harus beroreantasi ekspor, hanya dengan eksporlah devisa Negara bisa kita tingkatkan. Ujar Nova Iriansyah.

Pemerintah Aceh tentu mendukung secara total agar peningkatan ekspor ini terus terjadi dan komoditas ekspor kita terus kita perbanyak. Kopi memang menjadi primadona untuk 3 wilayah di Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo lues, kita juga punya ikan tuna yang sangat baik perkembangannya. jelasnya.

Sementara Staf Ahli Kementerian Perdagangan RI Ibu Arlinda,  menyebutkan pelepasan ekspor ini ada di 16 Provensi yang tersebar di 14 titik, tetapi kita focus pada 3 daerah yaitu Lamongan dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan, Boyolali dipimpin oleh Wamendag dan Jakarta di Sunter.

Kemudian di 12 titik lainnya dipimpin oleh Eselon I dan Eselon II Kementerian Perdagangan. Acara pagi ini berlangsung dititik yaitu Kopepi Ketiara Takengon Aceh, pada saat pelepasan ada 3 kontiner dari Ketiara dengan sabanyak 54 Ton 1 kontiner, Permata Gayo 19.2 ton dengan total keseluruhan 73,2 Ton senilai 5 milyar rupiah. Jelas Marlinda.

“Saya berharap hubungan ini tidak hanya sebatas ini saja tetapi tetapi kami akan mencoba untuk mencari buyer-buyer yang lain diluar Amerika dan Eropa, semoga pelepasan ekspor ini menjadi salah satu langkah kongkrit kita untuk menggiatkan kembali upaya peningkatan ekspor ditengah pendemi Covid-19 dan krisis ekonomi global dan menumbuhkan  ekonomi domestic tahun 2021 mendatang. Tutup Staf Ahli Kemendag Arlinda.

Selanjutnya dalam hal pelepasan tersebut Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi juga menyampaikan,mewakili masyarakat Bener Meriah  mengaku sangat senang dengan kegiatan pelepasan ekspor yang langsung di hadiri Staf Ahli Kementerian dan Gubernur Aceh, bahwa ini luar biasa.

Untuk itu, kedepan tentu ini akan langsung dirasakan masyarakat Bener Meriah, Aceh Tengah  khususnya dan Gayo pada umumnya, terutama para petani kopi secara keseluruhan, dengan terealisasinya ekspor ini kita wajib bersyukur.

“Apa yang kita lihat hari ini, Pemerintah Pusat telah memberi perhatian serta pemasaran yang mempermudah penjualan dan peningkatan harga di masyarakat, tatepi jauh lebih dari itu yaitu mari kita mengucap syukur kepada Allah SWT,” ungkap Sarkawi.

Lebih lanjut pelepasan ekspor kopi Gayo ini yang dilakukan di gudang Kopepi Ketiara ini tentu akan  memberi semangat dan dorongan bagi petani kopi kita yang menunggu setelah sekian lama,semoga kedepannya akan berjalan dengan baik dan lancar, kalau semua itu terlaksana, masyarakat Bener Meriah tentu akan semakin sejahtera. Terangnya.

Gubernur beserta rombongan ada Anggota DPRA Bardan Sahidi, Kakanwi Bea Cukai Safuadi, Kadis Sosial Alhudri, Kadis Perdagangan M. Tanwier, Kadis Perhubungan Junaidi, Kepala Karantina M. Darwin Syahputra.

Selanjutnya Bener Meriah ada Kadis perindag Sayutiman, SE. MM, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Ir. Nurisman, Plt. Kadis PUPR Erwin, ST, M.Si, dan Aceh Tengah Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar beserta Forkopimda dan undangan lainnya. (Putra Mandala)

Comments

comments

News