by

Petani Kopi Gayo Bener Meriah Terima Premium Fee 1 Milyar

Redelong | Lintas Gayo : Bonus penjualan kopi yang dijual ke luar negeri atau Premium Fee mulai dinikmati petani kopi Gayo dibawah naungan Koperasi Tunas Indah dengan jumlah anggota sebanyak 3.830.

Seperti dikatakan Ketua Koperasi Tunas Indah Muhsin AS, kepada Lintas Gayo, Sabtu (16/7), untuk periode tahun 2011 masyarakat petani kopi yang menjadi anggota koperasi menerima pembagian bonus penjualan kopi sesuai dengan Flo Fair Trade atau sering diartikan organisasi perdagangan yang adil.

“Anggota kami berada di 37 desa dalam tujuh kecamatan yang berada di Kabupaten Bener Meriah, diantaranya Kecamatan Permata, Bener Kelipah, Bandar, Bukit, Weh Pesam, Pintu Rime Gayo, bahkan ada juga dari Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah,” rinci Muhsin AS.

Disebutkan, mereka membagikan bonus penjualan kopi kepada para petani disaat yang tepat karena menjelang bulan Ramadhan.”Jumlahnya sekira Rp. 1 Milyar. Bonus tersebut dibagikan kepada 3.830 petani kopi berupa beras dan uang untuk beli daging menjelang bulan puasa ,” katanya.

Sementara sekretaris Koperasi Tunas Indah, M. Bakat menambahkan selama ini mereka mengirimkan kopi tersebut kepada PT. Arvis Sanada dan CV. Ari Data Mandiri yang eksportir kopi ke luar Negeri.” Hasil dari eksport kopi yang mereka jual kepada pembeli di luar Negeri, terdapat bonus penjualan atau Premium Fee sesuai dengan peraturan perdagangan Internasional ,” ungkap M. Bakat.

Pihaknya  juga meminta bantuan agar Bupati Kabupaten Bener Meriah tidak lupa menuntut eksportir PT. GMGSC yang telah membawa lari Premium Fee senilai 20 Milyar milik para petani kopi yang belum dibayarkan selama periode tahun 2004 hingga 2009.

Sementara itu, ditempat terpisah Bupati Kabupaten Bener Meriah Ir. H. Tagore AB menyebutkan, masalah pembagian bonus penjualan tersebut sepengetahuannya dan dia juga memonitornya.”Mengenai hak petani yang dibawa lari oleh PT. GMGSC senilai Rp.20 Milyar sudah dilaporkan kepada Gubernur Aceh dan mereka telah membentuk tim. Namun hingga saat ini belum juga ada keputusan,” kata Tagore.

Sementara itu salah seorang petani kopi, Paiman, warga Kampung Weh Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo kepada Lintas Gayo mengatakan, bahwa mereka sangat bergembira mendapatkan bonus penjualan kopi tersebut. Karena menurutnya dengan adanya bonus itu, setidak-tidaknya biaya membeli daging dan beras di awal bulan Ramadhan bisa tertutupi.(Aman Buge)

Comments

comments