by

Wien Muldian dan Lintas Gayo Fasilitasi Terbentuknya Komunitas “Gayo Membaca”

Takengon | Lintas Gayo – Sebuah komunitas yang bergerak untuk menumbuhkan minat dan peluang untuk membaca buku dideklarasikan di dataran tinggi Gayo Kabupaten Aceh Tengah, Jum’at (7/10/2011) malam.

Terbentuknya komunitas ini diawali dengan diskusi sejumlah elemen sipil di Takengon atas gagasan situs berita Lintas Gayo dengan nara sumber seorang tokoh gerakan membaca di Indonesia berdarah asli Gayo, Wien Muldian yang sedang berada di Takengon.

Dalam paparannya, peraih Mizan Award 2003 tersebut menyatakan keinginan masyarakat untuk membaca sebenarnya sangat tinggi, cuma saja ruang untuk itu sangat kurang. “Lihat saja para sopir angkot, abang becak para pedagang kaki lima dan lapisan masyarakat kelas menengah kebawah lainnya pasti suka membaca disela-sela aktivitasnya sehari-hari,” ujar Wien mencontohkan.

Sayangnya kesempatan dan ruang untuk mereka hanya bisa membaca koran yang umumnya berita kasus kriminal tersebut. Bagaimana jika ditengah-tengah kehidupan mereka disediakan bahan bacaan yang lebih bermanfaat, pasti mereka akan membacanya, timpal pria kelahiran 3 Mei 1972 ini.

Menurut Wien yang telah mendirikan ratusan komunitas membaca di Indonesia ini, peran pustaka di Indonesia saat ini telah salah kaprah karena terkesan eksklusif sehingga kalangan tertentu saja yang datang untuk membaca.

Solusinya, menurut peraih penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sebagai Pemuda Berprestasi tahun 2006 ini butuh pergerakan sipil untuk membuka kesempatan membaca seluas-luasnya.

Selanjutnya dalam konteks Gayo, dia menyarankan agar di Gayo ada pergerakan library lokal seperti yang telah dilakukan disejumlah daerah di Indonesia. Dan untuk tujuan tersebut harus diciptakan gerakan yang sinerji antara orang Gayo luar dan dalam. “Adopsi saja konsep seperti Gebu Minang,” kata Ketua Pokja Budaya Membaca di Kementerian Pendidikan Nasional ini.

Paparan-paparan Wien Muldian diikuti dengan antusias oleh para peserta diskusi yang dimoderatori Khalisuddin dari Lintas Gayo tersebut. Terjadi saling beri pendapat dan saran antara peserta dan diakhir acara disepakati untuk membentuk sebuah komunitas dengan nama “Gayo Membaca”.

Peserta yang hadir menyepakati menunjuk Mailida Sulaiman dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Gajah Putih Takengon sebagai koordinator sementara dengan tugas mengkoordinir mengerucutnya grand design komunitas Gayo Membaca tersebut.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah aktivis LSM diantaranya dari Mant@p, Jang-Ko, dan lain-lain. Sejumlah praktisi hukum, guru dan sejumlah wartawan. (Win Mutuah)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.