by

PNS Bukan Obsesi Lulusan Terbaik STAI Gajah Putih

Takengon | Lintas Gayo – Sebanyak 384 Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Gajah Putih Takengon di wisuda Senin (31/10/2011) lalu yang dipusatkan di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon. Para wisudawan tersebut terdiri dari 2 jurusan Tarbiyah dan Syari’ah.

Tarbiyah terdiri dari 4 prodi yaitu prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan bahasa Arab, Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, Pendidikan Matematika dan Syariah Muamalah.

Kegiatan wisuda kali ini langsung di wisuda oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon. Drs. Al-Misry, M.A dan dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kegiatan wisuda ini telah melalui beberapa tahapan yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa, Kuliah Pengabdian Masyarakat, ujian komprehensif, sidang skripsi, yudisium hingga hari ini menjalani tahapan terakhir yaitu wisuda.

“Harapan kami kepada kalian setelah nantinya terjun ke masyarakat dapat menjadi solusi bagi masyarakat, mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mampu mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh selama dibangku perkuliahan,” papar Al-Misry yang saat ini sedang menjalani Progam Doktor di IAIN Sunan Ampel Surabaya.’

Kegiatan wisuda ini juga dilengkapi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Drs. A. Basic Djalil, dosen dan Ketua Proram Studi Hukum Keluarga Islam di Fakultas Syari’ah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam orasi ilmiah yang sangat singkat ia menyampaikan mengenai Hukum, Hakim dan Ulama. Dilihat dari sisi kerangka ajaran agama Islam dimana komponen besarnya ada tiga, Aqidah, Syari.ah dan akhlak untuk pencapai kebahagiaan dunia dan  seorang hakim mengambil keputusan dengan fakta, sementara Ulama menyampaikan hukum berdasarkan logika.

Pelaksanaan wisuda yang berlangsung khidmat, ternyata ada beberapa mahasiswa yang memperoleh yang lulus dengan predikat terbaik, salah satunya adalah Hasan Basri dari Program Studi Pendidikan Matematika.

Dia tergolong masih muda, menjadi wisudawan saat berusia 22 tahun, serta menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 4 Tahun. Berikut petikan wawancara kami beberapa hari lalu dengan wisudawan peraih IPK 3,91 yang merupakan warga kampung Bale Takengon tersebut :

Bagaimana perasaan anda, ketika anda memperoleh nilai tertinggi/?

Perasaan pertama saya deg-deg kan, dan sangat terharu. Hasil yang saya peroleh ini tentunya tidak terlepas dari dukungan orang tua, keluarga, teman dan sahabat-sahabat saya. Juga dosen

Apakah anda menduga bahwa anda akan memperoleh prestasi ini?

Terus terang saya merasa sangat terkejut, saya tidak menduga kalau saya memperoleh  IPK  yang tertinggi

Bagaimana pandangan anda mengenai mahasiswa yang aktif di kegiatan organisasi

Menurut saya bagus. Asalkan bisa mengatur waktu dengan baik dan seimbang antara kuliah dan kegiatan organisasi. Karena saya juga orang organisasi,saya pernah diamanahkan untuk memimpin Himpuan Prodi Matematika.

Bagaimana anda bisa memperoleh prestasi ini?, apakah anda memiliki cara belajar yang khusus,dan anda belajar dengan teratur dan sistematis ?

Tidak, saya tidak memiliki cara belajar yang khusus dan sistematis.saya belajar kapan saja, lebih banyak mencari diluar jadwal kuliah saya merasa tidak cukup di kelas saja. Saya baca buku, memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang sekarang.

Apa obsesi anda setelah selanjutnya, apakah anda terobsesi menjadi PNS?

Terus terang saya tidak terobsesi dengan PNS, menurut saya sukses itu tidak dilihat dari PNS nya seseorang, tapi sejauhmana ia bisa berbuat untuk orang banyak. Obsesi saya selanjutnya ingin menjadi ilmuan yang menemukan metode-metode baru untuk belajar matematika, agar matematika tidak lagi dianggap menjadi pelajaran yang sangat sulit dan mengerikan. Terutama saya ingin membenahi metode pembelajaran di kampus ini. (Safanah/03)

Comments

comments