by

Pabrik Anyaman Pandan Khas Gayo Diwacanakan Dibangun di Gayo Lues

Blangkejeren | Lintas Gayo – Sebanyak 40 peserta dari 4 kampung di Kabupaten Gayo Lues, diantaranya dari Kampung Badak, Kampung Leme, Kampung Bustanussalam dan Kampung Kutelintang mengikuti Pelatihan Anyaman Pandan yang diselenggarakan oleh Pakem Tepune Jaya Kampung Badak pada Program P2KP-PAKET Kabupaten Gayo Lues.

Kegiatan yang juga didukung oleh Lembaga Swadya Masyarakat Iringen Seberu Gayo (ISGa), salah satu Lembaga lokal Peduli Perempuan dan berkonsentrasi pada peningkatan keterampilan perempuan berlangsung selama 6 hari sejak 11-16 Desember 2011 mulai pukul 08.00 sampai pukul 23.00 WIB bertempat di Menasah Kampung Badak Kecamatan Dabun Gelang.

Banner

Sebanyak 2 orang Tutor profesional sengaja didatangkan dari Tasikmalaya. Salah satu tutor, Drs. Zainal Arifin, dalam acara penutupan kegiatan tersebut, Jum’at (16/12/2011) berharap kepada seluruh peserta dan khususnya pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk dapat mensupport pengembangan kerajinan anyaman pandan yang telah diajarkan.

Sementara itu, Seri Jemat mewakili Koordinator Kota P2KP-PAKET Kabupaten Gayo Lues, mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana, tim 47 P2KP sebagai fasilitator kegiatan yang sudah bekerja keras siang malam. Juga kepada kepada tutor yang bersedia datang dari Tasikmalaya.

Ia juga menghimbau kepada para peserta agar keterampilan yang sudah diperoleh jangan disia-siakan. “Meski pelatihan sudah usai, namun ibu-ibu bisa mengembangkannya sendiri sebagai home industri. Desa Badak akan dijadikan sebagai Pilot Project dalam pengembangan industri anyaman pandan,” kata Seri Jemat.

Selanjutnya Ketua DPRK Kabupaten Gayo Lues yang diwakili Nurhayati Sahali yang hadir untuk menutup pelatihan ini dalam arahannya berpesan agar para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dan bisa menjadikan kerajinan ini menjadi salah satu produk usaha Rumah Tangga yang dapat menambah penghasilan keluarga.

“Kedepan, direncanakan akan dibuka satu pabrik kerajinan anyaman pandan. Sehingga anyaman Gayo Lues bisa go internasional,” kata Nurhayati Sahali dihadapan peserta pelatihan dan tutor tersebut.

Anggota DPRK dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada P2KP-PAKET Kabupaten Gayo Lues atas kerja keras dan perhatiannya terhadap pengembangan keterampilan anyaman pandan untuk perempuan. (*/03)

Comments

comments