by

Radio Rimba Raya Bergema Di Kupang

Win Noto Gayo*

RADIO Rimba Raya di sambut sanggat meriah di kupang, pada Pekan Nasional Cinta Sejarah (Pentas) Kupang, Nusa Tengara Timur 10-15 September 2012 dengan tema : ”Merawat Ingatan Dan Hikmah Sejarah Dalam Memperkokoh Ke Indonesiaan” yang di adakan oleh direktorat sejarah dan nilai budaya berkerja sama direktorat jendral kebudayaan dan kementrian pendidikan dan kebudayaan Indonesia.

Dengan ditemani oleh seluruh Muspida kota Kupang, Ikmal Gopi sebagai sutradara Film Documenter Radio Rimba Raya dan dua pakar sejarah Indonesia juga di undang sebagai pembicara dalam acara itu, yaitu Prof Dr Taufik Abdulah dan Dr.Muklis PaEni, yang mengambarkan tentang Supersemar dan sejarah Indonesia.

Ikmal Gopi menjadi salah satu pembicara di acara tersebut menuturkan, sambutan Kupang sangat luar biasa tentang Radio Rimba Raya walaupun mereka belum pernah mendengar tentang Radio Rimba Raya, dan disini saya menegaskan radio rimba raya pertama menyiarkan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 26 Desember 1948, dan penyiaran tentang penyerangan 1 Maret yang terkenal dengan enam jam di Yogja di siarkan melalui radio ini juga, disinilah letak pentingnya alat komunikasi seperti radio pada saat itu. Disampaikan pada saat sesi diskusi setelah selesai menonton Film Documenter Radio Rimba Raya dan Film Pengabdian tanpa titik Akhir.

Ini menjadi bagian dari perjalanan Film Documenter Radio Rimba Raya yang telah sampai di Kupang, audien yang banyak di hadiri dari mahasiswa se Nasional, dan pelajar kupang ini, terlihat semangat melihat Film sejarah yang belum sama sekali mereka ketahui mengenai Radio Rimba Raya, bahkan inilah yang pertama sekali mereka lihat dan saksikan bahwa masih banyak sejarah yang belum dituliskan di Republik ini dan sejalan dengan penuturan dari Prof Dr Taufik Abdulah yang mana mengatakan sejarah itu adalah rangkaain cerita yang sangat panjang di mana, jikalau tidak di tuliskan maka akan jadi cerita foklor (dongeng) yang hanya sebagai cerita Rakyat dan sejarah ini hanya cerita biasa saja dan akan hilang di telan masa, dan juga Dr. Muklis paEni menuturkan dengan semangatnya Saya mengapresiasi film ini dan memang Radio Rimba Raya adalah teknologi komunikasi yang paling muktahir yang ada pada saat itu, dan dari beberapa sumber yang saya punya radio rimba raya adalah satu-satunya teknologi tercangih yang di miliki bangsa Indonesia pada saat jaman kemerdekaan.

kedua tokoh ini juga pernah menginjakan kaki nya ke Takengon, pada tahun 1977 dan bertemu dengan Tengku Ilyas Leube,  pada masa itu tutur nya dengan bangga.di sela sela jamuan makan malam di kupang Ikmal Gopi, Dr Muklis FaEni, dan Prof Dr Taufik Abdullah banyak cerita tentang sejarah yang harus dituliskan, dan ini moga menjadi salah satu mata rantai sejarah yang akan terus berkembang dan di ketahui oleh generasi agar menjadi pelajaran untuk masa depan.

*Mahasiswa Aceh Tengah di Jakarta

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.