by

Danau Lut Tawar Belum Tercemar Berat

Peta bathymetri Danau Lut Tawar (sumber : BP3U Palembang)
Peta bathymetri Danau Lut Tawar (sumber : BP3U Palembang)

Takengon | Lintas Gayo – Perairan Danau Lut Tawar belum tercemar berat masih tergolong tercemar ringan sampai dengan sedang demikian pernyataan Dr. Ir. Husnah, M.Phil peneliti senior dari Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum (BP3U) Palembang Kementerian Kelautan Perikanan RI diruang kerja Bupati Aceh Tengah, Jum’at 08/03/2013.

Lebih lanjut Husnah menyatakan pernyataan ini berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan tahun lalu dengan menggunakan beberapa metode penelitian.

Selain status pencemaran di perairan Danau Lut Tawar Dr. Husnah juga mengungkap adanya temuan-temuan lainnya, diantaranya adalah status kesuburan perairan Danau Lut Tawar masih tergolong oligotrofik yang berarti perairan danau Lut Tawar masih miskin ditinjau dari tingkat kandungan nutirien dan bahan organik yang terlarut didalam perairan.

Hal ini menunjukkan bahwa berarti masih memberikan peluang bagi pengembangan budidaya perikanan seperti pengembangan budidaya Keramba Jaring Apung (KJA), karena selain masih tergolong oligotrofik luas zona litoral berdasarkan hasil survei tahun lalu tersedia seluas 14 persen dari luas keseluruhan danau.

Peta 3D tofografi dan bathymetri Danau Lut Tawar (sumber : BP3U Palembang)
Peta 3D tofografi dan bathymetri Danau Lut Tawar (sumber : BP3U Palembang)

Jika dimanfaatkan zona litoral ini seluas 1 persen saja maka produktivitas produksi budidaya perikanan di Danau Lut Tawar bisa mencapai sekitar 600 ton/tahun yang selama ini produksi dari budidaya perikanan di danau Lut Tawar masih jauh dibawah angka tersebut yaitu sekitar 80 ton/tahun ungkap Dr. Husnah.

Namun walaupun demikan, Dr. Husnah melanjutkan keterangannya perlu validasi lebih lanjut tentang analisa terhadap daya dukung (carrying capacity) perairan Danau Lut Tawar dan ini akan dilanjutkan penelitiannya pada tahun ini bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tengah serta Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.

Berbarengan, juga akan dilakukan penelitian terhadap kapasitas tingkat penangkapan ikan di Danau Lut Tawar yang langsung dibidangi oleh Hufiadi, M.Si seorang peneliti perikanan tangkap dari Balai Penelitian Perikanan Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, yang bertujuan untuk mengetahui dan menentukan apakah kegiatan penangkapan ikan di Danau Lut Tawar sudah tergolong lebih tangkap (over exploited) atau belum.

Dari hasil penelitian Husnah beserta timnya pada tahun lalu juga menerangkan bahwa luas permukaan Danau Lut Tawar adalah seluas 5.742,1 hektar, kedalaman maksimal 84,23 meter, kedalaman rata-rata 25,19 meter, panjang maksimal 15.727 meter, lebar maksimal 4.563 meter, panjang garis pantai 43.920 meter, litoral area sebesar 14,28% dan elevasi berada pada 1.230 meter. (Munawardi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.