by

Peringatan 31 Tahun Transmigrasi Jagong

Panggelaran Kuda Kepang.(Lintas Gayo | Istimewa)
Panggelaran Kuda Kepang.(Lintas Gayo | Istimewa)

Jagong | Lintas Gayo – Diawali dengan kehidupatan relatif sulit serta dukungan sarana prasarana terbatas, tanpa terasa kini kawasan transmigrasi Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah sudah berusia 31 tahun

“Waktu itu, gelombang pertama tiba pada tahun 1982,” kenang Anwar Syamsuddin, salah seorang tokoh masyarakat setempat pada saat acara peringatan 31 tahun Transmigrasi Jagong, yang digelar Sabtu (27/4/2013).

Anwar bersama 51 orang lainnya merupakan transmigran asal Pulau Jawa gelombang pertama tiba di Jagong, kemudian disusul gelombang kedua berjumlah 50 orang, dan gelombang ketiga 48 orang, semuanya tiba di tahun yang sama.

Menurut Anwar, kegigihan para pendahulu yeng membuka hutan dan mulai merintis perkebunan merupakan salah satu semangat yang harus terus diwariskan dan diingat oleh generasi saat ini

“Inilah yang mendasari mengapa perlu terus diperingati hari jadi kawasan transmigrasi Jagong,” katanya

Walaupun telah berlangsung selama 31 tahun, menurut Camat Jagong Jeget, Fauzan, peringatan lebih semarak dilakukan baru dua tahun belakangan. Warga yang menginginkan peringatan dilakukan lebih besar dari sebelumnya.

Beberapa kegiatan yang menandai peringatan hari jadi transmigrasi Jagong diantaranya penaburan benih ikan sebanyak 3000 ekor jenis nila dan 200 ekor lele bertempat di Telaga Lut Kucak Jagong, kemudian peletakan batu pertama pembangunan tugu monumen transmigrasi, selanjutnya penyerahan mesin penggiling padi kepada kelompok tani, serta pengobatan massal.

Acara turut juga dimeriahkan dengan penampilan seni tradisional kuda kepang dan gamelan. “Seluruh rangkaian kegiatan sebagai wujud rasa syukur dan harapan yang lebih baik dimasa mendatang,” tukasnya.

Wabup Aceh Tengah Khairul Asmara di tengah masyarakat Jagong.(Lintas Gayo | Istimewa)
Wabup Aceh Tengah Khairul Asmara di tengah masyarakat Jagong.(Lintas Gayo | Istimewa)

Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs. H. Khairul Asmara pada kesempatan itu, mengatakan peringatan yang di selenggarakan oleh warga transmigrasi Jagong menunjukkan eksistensi masyarakat yang telah mampu bertahan selama kurun waktu 31 tahun

Kemampuan masyarakat beradaptasi, menurut Khairul tidak hanya dari tinjauan ekonomi, tapi juga kehidupan sosial kemasyarakatan. Asimilasi yang terjadi semakin mempererat persatuan dan kesatuan dalam masyarakat. Karenanya, warga untuk terus bersatu membangun daerah.

Jagong Jeget dimekarkan dari kecamatan Linge pada tahun 2006, dan saat ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 9.439 jiwa yang tersebar di 12 kampung.(SP/red.04)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.