by

Wartawan “Copas” Ngacir Dikejar Wartawan Asli

Hamdani, wartawan copas yang ngacir saat difoto wartawan asli
Hamdani, wartawan copas yang ngacir saat difoto wartawan asli

Sebuah karya jurnalistik dibuat dengan susah payah, karena harus menggali dari berbagai nara sumber. Menjumpai seorang nara suber bukanlah semudah bertemu pacar, terkadang harus menunggu, bahkan sampai memohon agar demi sebaris pernyataannya. Semua itu dilakukan semata-mata demi menjunjung etika jurnalistik.

Ketika berita itu sudah dimuat di media online, serta merta seorang wartawan copy paste (copas) mengambil berita itu tanpa mengubah titik komanya. Parahnya lagi, nama penulis berita yang sebenarnya diganti dengan namanya. Siapa yang tidak jengkel atas prilaku plagiat itu, apalagi jika dilakukan secara berulang-ulang.

Aksi plagiator itu dilakukan oleh seorang oknum wartawan Suara Nasional yang bernama Hamdani. Berita yang di”copas” oleh Hamdani bukan satu atau dua, tetapi hampir semua wartawan yang ngepos di Aceh Tengah selalu mengeluhkan ulah lelaki yang tinggal di Angkup Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah.

Para wartawan yang ngepos di Aceh Tengah sudah lama mencari sosok Hamdani, bahkan mereka berencana melaporkan aksi plagiat itu kepada pihak berwajib. Karena sosok Hamdani sangat misterius semacam orang tak dikenal (OTK) maka rencana mempolisikan yang bersangkutan belum dapat diwujudkan.

Tanpa diduga oleh para jurnalis Aceh Tengah yang sedang ngumpul dalam tenda media gempa Gayo di depan Kantor Bupati Aceh Tengah, Rabu (17/7/2013) tiba-tiba sosok Hamdani sang peng”copas” itu muncul. Hadirnya si peng”copas” itu bukan ingin menulis berita bersama wartawan yang lain, tetapi mendampingi seorang artis lokal berinisial DM yang marah-marah karena belum dapat bantuan. “Kalau tidak dapat bantuan akan saya beritakan, ini wartawan yang akan menulisnya, ” teriak DM sambil menunjuk ke arah Hamdani sang peng”copas.”

Sepertinya mereka tidak mengetahui bahwa dalam tenda bantuan Kerajaan Arab Saudi itu adalah tempat ngumpulnya para wartawan. Mereka menduga orang yang berada dalam tenda itu petugas penyalur bantuan. Memang, sepandai-pandai tupai melompat, satu saat akan jatuh juga. Itulah yang dialami seorang plagiator bernama Hamdani, selama ini berhasil bersembunyi dibalik media bernama Suara Nasional, tapi siang itu hari naas baginya. Wajahnya berhasil difoto oleh para jurnalis.

Kehadiran Hamdani sekitar pukul 11.45 WIB, saat para petugas sedang sibuk-sibuknya menyalurkan bantuan untuk para korban gempa. Hamdani sang peng”copas” begitu percaya diri. Dia sempat melemparkan senyum kepada jurnalis yang sedang sibuk menulis berita. Hamdani, wartawan yang diandalkan DM itu duduk disebuah pelbed berwarna oranye. Sepertinya, Hamdani tidak menyadari sedang berhadapan dengan “pemburu berita.” Didepannya, DM terus ngoceh mengungkapkan kekecewaanya bahwa warga dikampungnya belum mendapatkan bantuan.

Hamdani mulai salah tingkah manakala melihat meja didepannya dipenuhi kamera, dan tag name wartawan yang tergantung di leher para wartawan asli. Tiba-tiba HP kompasianer berdering, sebuah SMS masuk. Bunyi SMS itu: “yang disamping anda itu Hamdani.” Kompasianer mengambil kamera sabil bertanya kepada Hamdani,”abang dari Media mana?” Dengan sedikit gugup, dia menjawab: “ Suara Nasioanl.” Tiba-tiba dia berlari keluar dari tenda. Kompasianer mengarahkan kamera ke wajahnya, pret…pret…pret…, terekamlah wajah Hamdani sang peng”copas” yang selama ini menjadi misteri.

Seorang wartawan senior memanggil Hamdani untuk kembali ke tenda itu guna menyelesaikan aksi plagiat yang sudah berlangsung lama. Apa kata Hamdani? “sebentar ya, nanti saya kesana.” Tunggu punya tunggu, ternyata Hamdani sang peng”copas” tak juga muncul. Dapat dipastikan bahwa seorang plagiator adalah pengecut, dan bermental “pencuri.” Sungguh kasian sosok Hamdani yang mencari nama dari “copy paste.” Kepada seluruh warga agar berhati-hati dengan Hamdani (foto), tidak mustahil dia akan melakukan berbagai penipuan yang dapat merugikan warga. (Sumber : Kompasiana)

Comments

comments