by

Lemo Landa Sepadan DLT

Warga bersama Anggota DPRA Bardan Sahidi mengangkat mimbar  di Mersah Babusalihin  agar tidak terendam ( Foto : BS)
Warga bersama Anggota DPRA Bardan Sahidi mengangkat mimbar di Mersah Babusalihin agar tidak terendam ( Foto : BS)

Takengon | Lintas Gayo – Hujan yang mengguyur  Aceh Tengah selama sepekan ini membuat beberapa wilayah terendam banjir di seputaran Danau Lut Tawar (DLT) baik rumah warga, saran ibadah dan lahan pertanian.

Lokasi pemukiman warga yang berdekatan  dengan sepadan Danau Lut Tawar hampir setiap tahunya menjadi langganan banjir. Tak jarang apabila musim penghujan genagan air selalu singgah di kediaman warga.

Sabtu (22/11) malam  terjadi banjir (Red.lemo)  dusun kala nunang  kampung nunang antara Kecamatan Bebesen, dilokasi tersebut Mersah Babusalihin dan beberapa  rumah warga menjadi sasaran lemo.

Sampai saat ini belum ada tanda-tanda air akan surut dan mengering,  apalagi hujan terus menguyur dataran tinggi gayo,  mengatasi lemo ini warga dusun kala nunang  mengambil inisiatif membeli tanah timbun untuk rumah ibadah , ” samapai saat ini untuk sarana ibadah saja kita timbun dan itupun tidak cukup karena sipatnya mengantisipasi genagan air saja ” ujar salah satu  warga kala nunang.

Tanah timbun didepan Mersah Babusalihin  Dusun kala nunang  kampung nunang antara Kecamatan Bebesen
Tanah timbun didepan Mersah Babusalihin Dusun Kala Nunang Kampung Nunang Antara Kecamatan Bebesen

Mudah – mudahan dengan penimbunan tanah ini bisa mengatisipasi genagan air masuk lebih bayak ke dalam rumah ibadah tersebut, tambahnya.

Pantaun Lintas Gayo  beberapa pekan kebelakang hujan yang menguyur dataran tinggi gayo membuat para warga yang bercocok tanam sepadan Danau Lut Tawar dari kampung mendale sampai kampung Boom Takengon  harus berhenti menggarap lahan akiban genagan air (lemo) merendam area bercocok tanam mereka. (LG005)

Comments

comments