by

MTSN Model Pegasing Minim Wadah Penyaluran Potensi

Lintas Gayo :Memasuki hari terakhir program pelatihan kepemimpinan organisasi sekolah/madrasah, LSM LIPGA menyambangi MAN 3 Pegasing dan MTSN Model Pegasing pada Hari Kamis (19/05), kedua madrasah ini berada di Desa Belang Bebangka Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Menurut pantauan Lintas Gayo, program yang diadakan Lipga  di madrasah ini, kurang mendapat antusiasme para siswa MAN 3 Pegasing. Bahkan siswa yang mengikuti pelatihan hanya berjumlah 17 siswa saja. Lain halnya dengan siswa MTSN Model Pegasing, diikuti sekitar 50 siswa dan didampingi oleh 9 orang guru.

Mukhtar MA.BA wakil kepala sekolah MTSN Model Pegasing bidang humas, mengatakan, madrasah ini merupakan madrasah yang dipercaya mewakili berbagai kegiatan oleh Departemen Agama kabupaten Aceh Tengah.

“Namun perlombaan bagi anak sekolah pada umumnya banyak di danai oleh Dinas Pengajaran (Dikjar) daripada Departemen Agama, sehingga siswa madrasah yang berprestasi kebanyakan tidak dapat menyalurkan potensinya”, ujar Mukhtar MA.BA

Seorang guru lainnya di Madrasah ini, Maisyarah S.Pd mengamini yang diungkapkan Mukhtar . “Madrasah ini memiliki 41 unit komputer bantuan BRR dan dalam waktu dekat akan disambungkan dengan internet. Para guru yang mengajar sudah mulai menggunakan infokus, hal ini menuntut para guru untuk melek teknologi”, ujar Maisyarah bersemangat.

Lebihlanjut dikatakan, “para siswa MTSN Model Pegasing selain diwajibkan mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler, juga dituntut untuk terbiasa dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab” rinci Maisyarah S.Pd.

Sementara itu, Noviardi S.Pd Pembina Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTSN Model Pegasing berharap, kedepan semakin banyak kegiatan yang melibatkan para siswa khususnya dalam bidang pengetahuan, seperti lomba cerdas cermat, karya ilmiah dan lainnya.

Noviardi juga berharap agar kegiatan yang diadakan oleh LSM Lipga ini berkesinambungan, “bukan hanya sekedar memberi saja tanpa memantau kelanjutan dari kegiatan ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para siswa selain dapat menambah wawasan juga membuka pikiran siswa untuk belajar menjadi seorang pemimpin yang bermanfaat bagi orang lain”. Pungkasnya.

Ditempat yang sama, ketua LSM Lipga Sunardi Gustiawan mengatakan, program pelatihan kepemimpinan organisasi sekolah/madrasah, yang dilaksanakan oleh LSM LIPGA merupakan sebuah usaha agar sejak dini para siswa berbagai tingkatan mulai diperkenalkan pada kepemimpinan.

“Pelatihan kepemimpinan organisasi diharap menjadi bekal siswa untuk berorganisasi dan mulai menunjukkan aktualisasi diri sehingga lebih kritis, cermat dan terbuka serta mampu tampil percaya diri”, sebut Sunardi.

Latihan ini, tambah Sunardi dilakukan secara marathon di berbagai sekolah di Aceh Tengah  (yy/ru)

 

Comments

comments