by

Shabella Bertarung Di Pilkada Karena Mau Jujur Untuk Rakyat

Shabella 1

Rakyat harus punya pegangan, jangan termakan dengan janji politik. Karena janji-janji politik itu tidak semuanya bisa dipenuhi, akibatnya rakyat kecewa. “Saya siap membuat janji politik dengan rakyat, bila itu yang diinginkan rakyat, agar rakyat memiliki pegangan,” sebut Shabella Abu Bakar.

“Saya tidak menjanjikan akan memberi ini dan itu, namun kontrak politik yang siap saya tanda tangani bila rakyat membutuhkan, adalah untuk mengontrol kinerja saya bila terpilih menjadi bupati, agar rakyat tidak merasa ditinggalkan,” jelas Bhella, panggilan akrab calon Bupati Aceh Tengah yang akan bertarung pada Pilkada 2017 nanti.

Sosok Shabella memang dirindukan rakyat, sebagai sebagai “pengayom dan pembawa perubahan”. Ada kesan tersendiri bagi rakyat, ketika Shabella Abu Bakar menjadi pemimpin dan langsung bersentuhan dengan rakyat. Bagi mayoritas masyarakat Silih Nara (kini sudah menjadi 4 kecamatan; Silih Nara, Ketol, Celala dan Rusip Antara), Shabella adalah sosok pemimpin punya prinsip dan mengandalkan hati.

Kesan itu melekat di hati rakyat, sehingga ketika Shabella tidak lagi menjadi Camat Silih Nara (1994-1998), namanya tetap harum di mata masyarakat. Ketika suami Puan Ratna memasuki masa pensiun masyarakat memintanya untuk maju dalam pertarungan Pilkada Kabupaten Aceh Tengah.

bhellaBudi rum basa sabe terkenang. Sawah meh masa gere mera lekang. Kira-kira itulah kesan yang disampaikan tokoh masyarakat Silih Nara, Abdullah Kumer. Selama menjabat sebagai Camat Silih Nara, Pak Shabella mau mendengarkan keluhan rakyat dan turun ke lapangan kapanpun dibutuhkan. Mau menyelesaikan persoalan. “ Oya kati budi belangi tetap ikenang (Itu makanya budi dan jasa yang baik tetap dikenang),” sebut Abdullah Kumer.

Dukungan dari masyarakat yang kini menjadi 4 kecamatan itu , ahirnya melebar keseluruh kecamatan. Shabella resmi dipinang PAN dan PDIP Kabupaten Aceh Tengah untuk bertarung dalam Pilkada 2017 ini. PDI Perjuangan dan PAN melihat arus dukungan rakyat terhadap Shabella Abubakar kian hari bertambah besar. Peluang itu ditangkap para politisi dari mahahari dan banteng dalam lingkaran bulat ini.

PDIP dan PAN resmi menjadikan Shabella sebagai jagoanya, setelah melihat arus bawah terhadap kinerja Bhella masa menjadi Camat Silih Nara dan disejumlah intansi lainya, ternyata menyentuh dan meninggalkan kesan yang baik.

“Benar saya maju karena rakyat yang memintanya,” sebut Shabella Abubakar, ketika tim Lintas Gayo, bertandang kekediamanya. “Rakyat ingin perubahan, khususnya dalam pelayanan pemerintah terhadap rakyat.”

Bhella panggilan akrabnya, ahirnya sepakat maju bersama pasanganya Firdaus SKM, tokoh kesehatan dari Gayo yang sukses di Lhokseumawe, Aceh Utara. Firdaus juga bagi rakyat Gayo merupakan sosok yang tidak asing lagi, apalagi bagi komunitas Gayo di negeri penghasil gas LNG, Lhokseumawe ini.

Shabella AbuBakar yang merupakan adik kandung Tagore Abu Bakar (anggota DPR RI), adalah anak ke enam dari pasangan (alm) Abu Bakar Bintang dengan Syariah. Alumnus APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri) angkatan ke XVII di Banda Aceh ini, kemudian melanjutkan di Sekolah Ilmu Administrasi Negara (Banda Aceh pada tahun 1991). Sementara pendidikan sebelumnya semuanya diselesaikanya di Aceh Tengah.

Aman Mentari ini pada tahun 1992 menjadi kasi Lingkungan hidup, kemudian diangkat menjadi Camat Silih Nara (1994-1998) yang hingga kini namanya masih harum di mata masyarakat. Kemudian pada tahun 2003 dia hijrah ke Bener Meriah dan menjabat beberapa kepala dinas di negeri Burni Telong ini. Bukan hanya Kadis Pendapatan, kebersihan dan pertamanan yang dipercayakan kepadanya, bahkan dia sempat dipercayakan menjadi Kadis Pemadam Kebakaran, menjadi Kadis pengelolaan keuangan daerah dan terahir menjelang pensiun, Bella menjadi staf ahli. Saat pensiun pangkat golonganya IV/d.

Saat ditanya soal Visi dan Misinya, Shabella menunjukkan sikapnya mencintai rakyat. “Saya dan pasangan saya ingin mensejahtrakan rakyat dalam tatanan budaya Gayo yang dikenal beradat. Berkeadilan, bermartabat dan agamais. (bidik, lisik, cerdik, mersik),” sebut Bhella.

Rakyat Gayo dikenal beradat, santun, punya tatanan hidup. Untuk itu kita perlu strategi dan komitmen nyata dalam membangun kekuatan rakyat agar hidup dalam suasana sejahtera. “Apa yang sudah dibangun selama ini sudah bagus, namun karena kita berada dalam zona pertanian, saya ingin tingkatkan penghidupan petani,” jelasnya.

Shabella punya obsesi akan mendirikan lembaga keuangan di setiap kecamatan dan dana abadi. Hal itu diupayakan untuk membantu petani agar mudah mendapatkan modal dalam mengembangkan usahanya.

Pria kelahiran 26 Agustus 1956 ini, terlihat bersahaja dengan penampilanya dan itu sudah merupakan ciri khasnya sejak dulu. Namun kalau berbicara tentang persoalan rakyat, analisanya tajam. Bahkan dia rela berkorban apapun untuk rakyatnya, hal itu sudah dibuktikan Bhella ketika dia menjabat sebagai Camat Silih Nara.

Bila Tuhan berkehendak dan memberikan kesempatan, Bhella bukan hanya mampu menunjukkan kecintaan kepada rakyat Silih Nara (Kecamatan Silih Nara, Ketol, Rusip Antara, Celala) serta keihlasan dalam bekerja di berbagai intansi, namun Bhella akan menunjukkan rasa cintanya kepada rakyat Gayo yang beradat dan bermartabat.

Aceh Tengah merindukan sosok pemimpin yang disenangi rakyat dan jujur. Bhella akan menunjukan kejujuranya dengan melakukan kontrak politik. Hitam diatas putih untuk rakyat, agar masyarakat memiliki pegangan apa yang akan dilakukan Bhella bila dia dipercayakan untuk memimpin negeri Aceh Tengah 5 tahun mendatang. (Pariwara)

Comments

comments