by

Penggunaan Balok Sebagai Alat Bantu di TK – SDN Satu Atap Tuhi Jongkat Aceh Tenggara

Oleh Yansuri Yusni, S.Pd.

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang berperan bagi perkembangan anak di masa yang akan datang. Pendidikan juga untuk mempersiapkan anak agar dapat beradaptasi dan mengoptimalkan perkembangannya dalam memperoleh pendidikan dan prestasi belajar sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan anak.

Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang menyediakan program pendidikan dini bagi anak usia 4 tahun sampai memasuki pendidikan dasar. Bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan agama, afektif, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya agar anak bisa beradaptasi dengan baik.

Untuk membantu terciptanya suasana belajar mengajar yang efektif dan efisien, sedapat mungkin guru menggunakan alat peraga yang memadai. Banyak benda/objek yang dapat dijadikan alat peraga sebagai sarana belajar mengajar di TK, pemilihan jenis alat peraga dapat ditentukan oleh guru sesuai dengan bidang-bidang yang hendak dikembangkan dan juga disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan anak.

Salah satu jenis alat bantu pembelajaran yang ada di TK adalah balok-balok. Untuk dapat menarik minat anak dalam menggunakan dan menata alat bantu balok-balok tersebut, dituntut kreatifitasnya melalui kreasinya sendiri dalam aktifitas bermain balok.

KREATIVITAS

Secara luas kreativitas diartikan sebagai suatu daya cipta atau kemampuan menciptakan hal-hal baru atau pengembangan sesuatu yang telah ada menjadi sesuatu yang baru. (Siti Masyitoh, 2002:41).

Kreativitas yang dimiliki masing-masing manusia itu berbeda-beda. Sejak lahir, manusia memperlihatkan kecenderungan mengaktualkan dirinya yang mencakup kemampuan kreatif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Konsep dasar dari kreativitas yang menonjol didasarkan atas fungsi dasar berfikir, merasa, penginderaan cipta talen dan instusi (Conny Semiawan, 1997:60).

Kreativitas merupakan model intregratif yang mencakup empat fungsi dasar yaitu: a) Berfikir rasional, b) perkembangan emosional atau perasaan pada tingkat tinggi, c) perkembangan bakat khusus (penginderaan cipta talen) dalam kehidupan mental dan fisik pada tingkat tinggi, dan d) tingkat tinggi kesadaran yang menghasilkan penggunaan imajinasi dan fantasi.

KARAKTERISTIK ANAK KREATIF

Biasanya anak yang kreatif selalu mempunyai rasa ingin tahu yang besar, memiliki minat yang luas dan memiliki kegemaran dan aktivitas yang kreatif menurut imajinasinya. Anak kreatif biasanya cukup mandiri, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mereka lebih berani mengambil resiko yang sudah dipehitungkan, dalam melakukan sesuatu yang baru mereka amat berarti, penting dan disukai, mereka tidak terlalu menghiraukan kritik dari orang lain.

Pada dasarnya semua anak memiliki potensi kreatif, hanya kadar dan tarafnya yang berbeda satu sama lain. Namun diantara sebagian antara anak ada yang memiliki taraf kreativitas yang lebih dari pada anak-anak lain pada umumnya. Karakteristik anak-anak kreatif umumnya sebagaimana dikemukakan oleh Guilford (dalam Seto, 2004: 21-22):

  1. a) memiliki minat yang luas,
  2. b) memiliki inisiatif,
  3. c) menggunakan minat yang luas,
  4. d) bebas dalam berfikir (tidak kaku atau menghambat),
  5. e) bersifat ingin tahu,
  6. f) selalu ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman baru,
  7. g) percaya pada diri sendiri,
  8. h) penuh semangat (energik),
  9. i) berani mengambil resiko (tidak takut membangun kesalahan),
  10. j) berani berpendapat dan mempunyai kenyakinan.

CARA BERMAIN BALOK YANG DAPAT MENARIK MINAT ANAK DIDIK

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengadakan sarana yang dibutuhkan sekolah, antara lain dengan membeli, membuat, memanfaatkan lingkungan dan mengembangkan sarana yang telah ada. Anak didik dapat membuat bangunan dalam permainan balok-balok atau kotak yang lebih sulit, mampu menempatkan balok-balok tersebut dengan keseimbangan yang baik, misalnya mampu membuat menara yang tinggi. Alat permainan balok akan lebih menarik dan meningkatkan kreatifitas anak dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Warna

Warna merupakan hal-hal yang sangat penting dalam menarik minat anak didik untuk menciptakan kreasi dan menambah semangat dalam situasi bermain yang menyenangkan. Terutama pada permainan balok-balok yang sering digunakan sebagai teman bermain anak  di Kelompok B TK-SD N Satu Atap Tuhi Jongkat Aceh Tenggara, karena balok yang berwarna cerah dan terang sangat membantu untuk menambah motivasi anak didik dalam menggunakannya.

  1. Bentuk

Bentuk balok yang digunakan di Kelompok B TK-SD N Satu Atap Tuhi Jongkat Aceh Tenggara berbentuk segitiga, segiempat, persegi panjang dan lingkaran, dengan bentuk-bentuk tersebut maka guru dan anak didik dapat membentuk atau menyusun berbagai macam bentuk bangunan yang dapat dibuatnya.

  1. Ukuran

Dalam menggunakan balok sering kali anak didik enggan untuk menyusun bentuk balok yang kecil karena balok-balok berukuran kecil jika di susun mudah terjatuh dan kurang seimbang, tetapi dengan adanya bantuan dan arahan dari guru serta cara penyusunannya yang tepat maka anak dapat mengikuti arahan yang diberikan guru dengan rapi dan teratur yaitu dengan cara menyusun balok kecil pada posisi di atas setelah balok-balok besar disusun di bawahnya. Di sini anak juga akan belajar tentang menyelesaikan masalah yang dihadapi jika mengalami kesuliatan saat menyusun balok.

  1. Jenis

Pada umumnya jenis balok-balok yang sering digunakan di Taman Kanak-kanak berupa kayu dan plastik. Tetapi balok-balok yang digunakan di Kelompok B TK-SD N Satu Atap Tuhi Jongkat Aceh Tenggara adalah balok-balok yang terbuat dari kayu, karena kekuatan balok kayu lebih stabil dalam penggunaan dan lebih awet.

  1. Cara Menyimpan Balok-balok

Mainan yang ada di dalam kelas sebaiknya disimpan di tempat yang mudah dijangkau oleh anak, agar anak dapat mengambil dan menyimpan alat mainnya sendiri, caranya yaitu sebagai berikut:

  1. Guru menyediakan tempat untuk menyimpan balok-balok yang mudah dijangkau, agar anak didik mudah mengambil atau merapikan kembali.
  2. Guru menciptakan bangunan menurut kreativitasnya sendiri agar anak didik dapat menirukan bentuk bangunan tersebut serta dapat menyusunnya.
  3. Guru dapat menjadikan balok-balok sebagai alat peraga agar anak didik lebih termotivasi dalam mengembangkan keterampilan motorik dan imajinasinya.
  4. Guru menyediakan berbagai gambar agar anak mempunyai referensi berbagai bentuk yang dapat dibuat/dibangun dengan menggunakan balok.

MANFAAT BERMAIN DAN MEMBANGUN MENGGUNAKAN BALOK

Melalui penggunaan balok, kualitas belajar anak didik menjadi lebih baik, minat bermain dan belajar anak didik pun menjadi lebih meningkat.  Di samping itu pula dengan alat bantu ini dapat membantu guru dalam mengatasi masalah perbedaan kemampuan kreativitas dan minat yang berlainan pada diri anak didik.

Penggunaan balok-balok di Kelompok B TK-SD N Satu Atap Tuhi Jongkat Aceh Tenggara dapat memberikan pengaruh perubahan pada anak didik di antaranya anak didik dapat belajar bekerja sama, menghormati dan menghargai kemampuan dan imajinasi temannya. Dengan menyusun balok-balok secara tepat maka anak didik akan memperoleh pengalaman yang bervariasi, dengan demikian pengembangan kreativitas anak didik di Kelompok B TK-SD N Satu Atap Tuhi Jongkat Aceh Tenggara akan lebih berkembang.

Kreativitas anak didik di Kelompok B TK-SD N Satu Atap Tuhi Jongkat Aceh Tenggara setelah menggunakan balok-balok sebagai alat bantu pelajaran menunjukan perubahan yang baik pada diri anak didik terutama pada perkembangan motoriknya.

 Penulis; Guru TK-SDN Satu Atap Tuhi Jongkat, Aceh Tenggara.

 

 

 

Comments

comments