by

Kerajaan Linge Akan Dipresentasikan di Yogya

Takengon | Lintas Gayo : Satu lagi berita gembira untuk upaya lebih memperjelas eksistensi kerajaan Linge kembali terbuka. Pada 20 November 2011 mendatang akan dilangsungkan pertemuan raja-raja nusantara di Yogyakarta. Kerajaan Linge kemungkinan akan dimasukkan dalam daftar raja-raja nusantara dari Aceh.

Informasi ini diterima Lintas Gayo dari budayawan muda Gayo, Salman Yoga, Minggu (28/8) di Takengon.

Menurut Salman, kita diundang panitia selaku pemerhati sejarah lokal yang mereka harapkan independen yang jauh dari nuansa kepentingan untuk mempresentasikan tentang keabsahan sejarah dan silsilah Kerajaan Lingesejak pra dan pasca kedatangan Islam. Karenanya, kita harus mempersiapkan data-data primer dan sekunder untuk itu, cetus putra kelahiran Asir-asir kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah ini.

Untuk itu, dia mengaku sudah menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan berupa makalah dan sejumlah buku yang pernah ditulis termasuk 6 buku karya orang asing yang didalamnya memuat pengakuan bahwa kerajaan Linge itu ada. Jika kerajaan Linge dapat masuk dalam daftar raja-raja nusantara tahun 2011 ini, maka merupakan langkah yang sangat maju bagi pengaktualan dan pengakuan terhadap sejarah Gayo secara keseluruhan.

Selain buku-buku tersebut, Salman mengaku juga sudah mengumpulkan bukti-bukti lain seperti foto artefak, peta wilayah dan termasuk temuan bukti kehidupan pra sejarah di Loyang Mendale dan Ujung Karang Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah oleh para arkeolog pimpinan Ketut Wiradnyana dari Balai Arkeologi Medan Sumatera Utara.

“Ini juga akan menjadi pengaktualisasian sekaligus membuka pintu bagi pengakuan terhadap keberadaan kerajaan Linge sejak abad ke-X Masehi,” ujar Salman.

Lebih jauh dikatakan, hal ini menjadi fenomena baru dalam peta kerajaan yang pernah ada di nusantara, lanjutnya. Dia berharap kerajaan Linge dapat terdaftar diantara kerajaan-kerajaan lainnya di nusantara.

“Momen ini juga menjadi sangat penting dalam eksistensinya diantara kerajaan lain yang pernah ada, terlebih masyarakat luar selama ini hanya mengetahui bahwa kerajaan yang pernah ada di Aceh hanyalah kerajaan Pase dan kerajaan Aceh Darussalam, padahal dalam fakta sejarahnya justru kerajaan Islam Aceh Darussalam justru didirikan oleh putra Reje Linge yang bernama Meurah Johan atau dikenal dengan Sultan Alaidin Johansyah bersama ulama besar Abdullah Kan’an,” papar Salman Yoga.

Even pertemuan raja-raja nusantara adalah sebuah wadah tempat berhimpunnya seluruh kerajaan yang pernah ada di Indonesia yang secara berkala mulai dari kerajaan Sriwijaya, Mataram, Pase, Demak, Tenate, Tulang Bawang, Tidore dan lain-lain.

Untuk persiapan keberangkatan nanti, Salman sangat berharap dukungan pihak Pemerintah yang ada di Tanoh Gayo. Selain itu, dia akan mengajak sejumlah elemen dan tokoh pendukung seperti wartawan, budayawan dan sejarawan. (Khalis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3,627 comments