by

Mustawalad : Saya Ingin Kantor Forum Kopi Fair Trade Asia Pasific di Takengon

Mustawalad (Foto : Ist)

Takengen | Lintas Gayo – Mustawalad ketua Asosiasi Produser Fair Trade Indonesia (APFI) berencana akan mengusahakan kantor Forum Kopi Fair trade Asia Pasific di Takengon. ‘Saya ingin kantor pusat Forum kopi fair trade Asia Pasipik di Pusat Kopi terbesar di Asia, yakni Takengen”, kata Mustawalad.Sabtu (31/12).

Mustawalad bersama 13 orang lainnya dari berbagai koperasi di Takengon dan Bener Meriah akan menuju Banglore India dalam rangka menghadiri acara yang digelar Network of Asian Producers (NAP), tanggal 21-22 Januari 2012.

Mustawalad saat ini merupakan ketua ketua Forum Kopi Fair Trade Asia Fasifik yang akan dikokohkan di Banglore India. Dikatakan Mustawalad di tahun 2012 Aceh Tengah akan mendapat premium sosial dari fair trade dana sekitar Rp.173 milyar.

Dana ini diperoleh jika penjualan kopi gayo mencapai target yang ditentukan. Dana ini nantinya, rinci Mustawalad, 25 persennya diperuntukkan bagi peningkatan produksi dan penyelamatan lingkungan dan 75 persen lainnya untuk dikelola petani.

Saat ini sebut Mustawalad, jumlah petani fair trade saat ini adalah 25.438 dengan luas lahan 29.183,91 hektar. Dengan estimasi produksi 43.775,865 kilogram. Dari semua ini, diperkirakan estimasi sosial fair trade Rp.173.352,425,400, untuk tahun 2012.

Menjawab Lintas Gayo tentang prospek dan peluang kopi Gayo yang berbasis arabika, menurut  Mustawalad, sangat prospek dan disukai pasar kopi dunia. “Menurut Fair Trade Amerika, kopi Gayo masuk salah satu kopi termahal di dunia”, kata Mustawalad.

Mahalnya nilai perdagangan kopi Gayo di dunia Internasional,  terang Mustawalad, beberapa koperasi kopi di Aceh Tengah sudah mendapat kredit lunak dari bank diluar negeri seperti Islamic Development Bank.

“Bank lokal di Takengon tidak tertarik membantu koperasi . Bank lokal masih mempersoalkan agunan. Bank lokal lebih suka beternak uang di Bank Indonesia”, papar Mustawalad.

Padahal, lanjut Mustawalad, jika bank lokal memahami perdagangan kopi dan nilai uang di kopi, maka bank lokal akan sangat ingin menanamkan uangnya di bisnis kopi. Selain Islamic Development Bank , sebuah bank dari Belanda, tertarik memberikan bantuan keuangan kepada koperasi kopi di Takengon dan Bener Meriah.

‘Ketertarikan konsumen kopi dunia terhadap kopi arabika Gayo karena rasa dan aroma. Bahkan setiap hari, lima pembeli asing datang ke Takengon dan Bener Meriah guna melihat kemungkinan pembelian langsung arabika”, pungkas Mustawalad.

(Win Ruhdi Bathin)

.

Comments

comments