by

Setelah Panen Durian dan Coklat, Kini di Digul Panen Pinang

Digul | Lintas Gayo – Setelah musim panen durian dan coklat berlalu, memasuki awal tahun 2012 ini, para petani kawasan Digul Kabupaten Bener Meriah mulai disibukkan panen buah Pinang dan mereka umumnya sudah tidak lagi bergantung kepada kopi sebagai penghasilan utama.

“Sekarang sedang musim panen pinang pak, dan kami umumnya sudah tidak lagi bergantung pada kopi,” kata Jumari (34) saya ditemui disela aktivitasnya menjemur dan membelah pinang di halaman rumahnya di kampung Meriah Jaya Digul, Minggu (3/6).

Pinang yang sudah dikeringkan dan dikupas, diungkapkan Jumari, dibeli oleh para pedagang pengumpul yang setiap harinya selalu ada yang datang dari Bireuen. Perkilogramnya biasa dibandrol antara Rp.3 ribu hingga Rp.4 ribu.

Lebih jauh diungkapkan ayah satu orang anak ini, mereka sangat bersyukur ditakdirkan berdomisili di kawasan tersebut dan hidup sebagai petani.

“Berkebun atau bertani disini membuat kami hampir tidak pernah putus panen hasil perkebunan dan petanian. Setelah durian, muncul coklat, lalu kemiri, pinang dan jika ada yang masih berkebun kopi dan bercocok tanam palawija maka akan beroleh rezeki lagi,” kata Jumari.

Hanya saja, lanjutnya, hidup sebagai petani yang pasti tidak kaya raya dan tidak sampai fakir miskin. Hal ini menurut Jumari disebabkan karena luas lahan yang dimiliki tidak seberapa atau malah ada warga yang bekerja sebagai buruh tani, serta faktor tidak maksimalnya penggunaan lahan dan pengetahuan teknis yang masih minim.

“Kami berharap dengan pemerintahan Aceh dan Bener Meriah yang baru dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik, suasana aman damai bisa abadi dan ada kebijakan yang betul-betul memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah,” harapnya. (Win Djanur/red.03)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.