by

Petani Kopi Gayo Tidak Memiliki Mapping Khusus

Takengon | Lintas Gayo – International Organization for Migration (IOM) SEGA Takengon bekerja sama dengan Gayo Bostonian Coffee (Bostonian Cafe), menggelar diskusi yang fokus tentang perkopian, sekaligus buka puasa bersama pada, Senin 30 Juli 2012 di hotelĀ  Darussalam, Jl. Lintang Gang Citra Takengon Aceh Tengah.

Pertemuan yang bertemakan Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pembiayaan bagi Petani Kopi dimoderatori oleh Laison Officer IOM Sega Takengon, T. Fawaaz, yang dihadiri para stakeholder dari pemerintah, Pengusaha/UKM, koperasi, petani, mahasiswa dan praktisi dibidang perkopian yang ada di Aceh Tengah.

Mantan Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah yang kini sebagai pelaku kopi, DR. M. Yakub mengatakan, petani Kopi Gayo saat ini tidak memiliki mapping khusus mengenai permasalahan kopi, untuk itu agar sistem resi gudang berjalan dengan lancar maka diperlukan mapping yang dibuat oleh pemerintah untuk mensejahterakan petani kopi.

“Terutama kepada pemerintah, harus segera dibuatkan mapping khusus terkait kopi, sehingga akan ada kesamaan antara petani kopi”, kata M. Yakub yang juga dibenarkan oleh Mustafa Ali, ketua Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG).

Amatan Lintas Gayo, dari hasil pertemuan itu belum disepakati kesepahaman bersama tentang pentingnya sistem resi gudang (SRG) dari peserta yang hadir, ada yang berpendapat bahwa resi gudang hanya dimanfaatkan oleh pengusaha-pengusaha kopi yang bermodal besar, dan kepada petani belum sepenuhnya mengetahui manfaat dari resi gudang tersebut. (Darmawan Masri)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.