by

FP3RL Terbentuk, Untuk Selamatkan Peninggalan Reje Linge

Jakarta | Lintas Gayo – Guna menyelamatkan warisan peninggalan Reje (Raja) Linge yang saat ini di koleksi Erah Linge, masyarakat Gayo di Jakarta membentuk Forum Penyelamatan dan Pelestarian Peninggalan Raja Linge (FP3RL).

Sebagai langkah awal, FP3RL ini juga akan melakukan penggalangan dana guna pengobatan Erah Linge yang kondisinya saat ini mengalami sakit parah. Terlebih pihak keluarga sudah tak sanggub lagi untuk mencari dana pengobatannya.

Guna menjalankan roda organisasi, FP3RL ini menyepakati menunjuk Yusradi Al-Gayoni selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen). Forum ini atas prakarsa masyarakat Gayo di Jakarta yang saat pendiriannya juga “dibidani” Hasan, Staf Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif RI.

Yusradi mengungkapkan, awalnya, guna menyikapi kondisi Erah Linge yang sedang sakit berat dan adanya wacana penjualan peninggalan Reje (Raja) Linge, beberapa orang Gayo di Jakarta pun kemudian menjumpai Harun Zeni, perwakilan keluarga yang saat ini berada di Jakarta.

Bang Erah lagi mate beden (stroke) dan saat ini sulit berkomunikasi. Karenanya, beliau memerlukan biaya untuk berobat. Karena keterbatasan biaya, sampai-sampai ada wacana untuk menjual peninggalaan Raja Linge yang sudah lama dikumpulkannya,” jelas Harun di Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2012)

Terkait pengumpulan pelbagai peninggalan Raja Linge itu, jelas Harun, Erah sudah lama mengumpulkan warisan identitas masyarakat Gayo itu. Konsekuensinya, beliau mesti merogoh kantongnya sendiri. Bahkan, sampai menjual harta dan ratusan kerbaunya untuk mendapatkan suhuf-suhuf sejarah Gayo tersebut.

Bahkan, katanya lagi, Erah sempat menawarkan untuk memberikan koleksinya itu kepada pemerintah kabupaten di Gayo (Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan  Bener Meriah). Tinggal lagi, pemerintah kabupaten di Gayo mengupayakan museum.

“Sayangnya, tawaran itu kurang direspon,” aku Harun miris sembari menambahkan, saat ini ada beberapa koleksi sudah di tangan, mantan Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar yang sebelumnya sempat membantu pengobatan Bang Erah.

“Terakhir, dia ) bantu Rp6 juta. Akhir-akhir ini, sudah tidak bisa lagi dihubungi,” sebutnya. Secara keseluruhan, ujar Harun mengungkapkan, ada 150 buah peninggalan Reje Linge dan Datuk Imem Lumut. Namun, ada 20 buah barang Reje Linge yang tidak diketahui namanya.

FP3RL

Menyangkut penggalangan dana untuk biaya pengobatan, Yusradi menjelaskan, tahap awal, forum ini fokus dalam penggalangan dana. Karenanya, bagi yang ingin membantu, bisa langsung menghubungi dirinya atau Harun Zeni.

“Dana ini akan langsung diserahkan kepada Pak Erah Linge dan setiap dana yang masuk akan dilaporkan dan dipertanggungjawabkan secara transparan,” kata Yusradi.

Kemudian, sambungnya, akan mencoba berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait baik di tanoh Gayo, Aceh maupun di Jakarta. Termasuk, dengan Senator, Forbes, dan Anggota DPR RI asal Aceh. Juga, dengan kementerian terkait.

Langkah berikutnya, kata pengkaji dan penulis buku Ekolinguistik itu menjelaskan, coba mengupayakan adanya Museum Mini yang nantinya langsung diurus keluarga. Pasalnya, Gayo masih belum punya museum.

“Sebelumnya, sudah ada dana untuk pembangunan museum di Gayo. Namun, karena conflict of interest sehingga dananya kembali lagi ke pusat,” aku Yusradi menyesalkan. “Secara pribadi, saya menolak penjualan peninggalan Reje Linge dan Datuk Imem Lumut tersebut. Ini adalah opsi terakhir dan terburuk. Kalau sempat dijual, maka terputuslah nilai historis yang dikandungi benda-benda tersebut. Dengan demikian, secara sosial, Gayo akan semakin cepat punah,” tegasnya.(SP/red.04)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.