by

Kebakaran di Keramat Mupakat Takengon

Keramat Mupakat | Lintas Gayo : Hiruk pikuk aktivitas sebahagian masyarakat kota dingin Takengen terkalahkan dangan bunyian serune dari mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang menuju arah jalan Lintang desa Keramat Mupakat Kecamatan Bebesen (10/3).  Penduduk sekitar kota Takengen dan penduduk kampung Keramat Mupakat mengalihkan pandangan kearah danau sumber asap di angkasa yang hitam pekat. Dilokasi, ratusan orang menyaksikan sijago merah melahap rumah dan sebagian orang menyelamatkan harta benda yang masih jauh dari panasnya api, sebahagian menyiram air dengan peralatan seadanya.

Pukul 10.15 sijago merah  menunjukkan jadi dirinya, mampu menghanguskan 9 (sembilan) rumah milik penduduk Desa Keramat Mupakat Dusun Bahgie-Sara Rasa dengan 35 jiwa penghuni. Adalah rumah kontrakan Ecel, Mak Rudi, Kak Cah, Putri, Mak Incah, Darman, Kak Ti, Mak Dika dan Agus yang sebagian besar adalah pedagang di pasar pagi dan pedagang keliling. Rumah yang masing-masing berukuran 4 x 6 m2 dari dinding papan tersebut dilahap api tidak lebih dari 90 menit. 5 rumah rata dengan tanah dan tidak meninggalkan harta benda yang dapat dipergunakan lagi, sedangkan 4 rumah lagi hangus terbakar.

Menurut salah seorang korban, Fatimah, api berasal dari salah satu rumah  yang bersebelahan dengan rumah yang dia kontrak.  Api diduga karena ada konsleting listrik (arus pendek) yang menyebabkan padamnya listrik. “Kak Ati waktu itu lagi masak nasi namun lampu ricecooker nya tidak nyala, karena diduga mati lampu dia pergi nyuci pakaian” ujar Diana (28 Tahun) tetangga korban yang rumahnya berjarak hanya lima meter dari lokasi kebakaran.

Ditambahkan Fatimah, ketika dia pulang menyuci, dia melihat api mulai membesar disalah satu dinding rumah yang bertepatan disamping rumahnya.

Namun, ditengah  kepanikan  masyarakat, seorang nenek tua, Mak Rudi dengan wajah keriput dan rambut beruban dan linangan air mata dengan sisa tenaga yang ada sekuat daya upaya menyelamatkan sepeda motor milik anaknya, seorang diri meski telapak kakinya kepanasan dan lelehan pelastik terlihat ditangannya.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah Aceh Tengah, Ir. Syahrial, MM didampingi Kapolsek Bebesen, Ismail B serta Danramil Bebesen Aep Mukhran. H, dihadapan belasan korban kebakaran berharap para korban dapat bersabar dan berserah diri kepada Allah SWT, karena ini adalah cobaan bagi kita dan untuk tiga hari sejak kejadian tersebut, pihak-pihak terkait akan memberikan bantuan tanggap darurat selama tiga hari.

“Tiga hari ini ibu-ibu dan bapak-bapak tidak usah panik. Kita akan buatkan dapur umum terlebih dahulu dan bersama Kapolsek, Danramil maupun Pemerintah Kabupaten akan mengupayakan tindak lanjutnya”, ujar Syahrial dengan berkaca-kaca, tidak terkecuali Ismail. B yang tak kuasa melihat ibu-ibu dan anak-anak yang menahan air mata karena kehilangan harta benda. (z.wyra)

Comments

comments

News