by

Korban kebakaran Buntul Kemumu Masih Tinggal di Pengungsian

Lintas Gayo Salurkan Bantuan

Penyaluran bantuan korban kebakaran.(Foto: Tim LG)
Penyaluran bantuan korban kebakaran.(Foto: Tim LG)

Redelong | Lintas Gayo – Para korban kebakaran di Dusun Sarate, Desa Gelumpang Weh Tenang Uken/Buntul Kemumu pada 22 Januari 2013, masih bertahan tinggal dipengungsian, baik itu di tenda pengungsian yang tersedia maupun di rumah warga yang kosong.

Berdasarkan keterangan Amir, Ketua Posko Kebakaran Buntul Kemumu, saat ini para korban berada di rumah-rumah milik warga yang kosong, karena jika tinggal di tenda pengungsian terlalu ramai sehingga sulit melakukan aktivitas sehari-hari.

Para korban kebarakan yang bertahan di pengungsian tersebut, terdapat masih berusia sekolah sebanyak 20 orang, dimana 9 siswa pelajar Sekolah Dasar (SD), 9 siswa pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2 siswa pelajar Sekolah Menengah Umum (SMU).

“Mayoritas pekerjaan orang tua mereka adalah petani. Dari 20 rumah, 7 rumah adalah rumah sewa,” jelas Amir pada Lintas Gayo, Minggu (27/1/2013) saat tim Baksos Lintas Gayo menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran ini.

Bantuan yang disalurkan berupa pakaian layak pakai sama tas anak sekolah. Semua bantuan ini merupakan hasil donasi dari para darmawan yang menyalurkannya melalui tim Baksos Lintas Gayo.

Sebagaimana diberitakan, selain memberikan sumbangan ke panti asuhan dan panti jompo, Lintas Gayo juga memberikan sumbangan ke korban kebakaran yang berada di Dusun Sarate, Desa Gelumpang Weh Tenang Uken/Buntul Kemumu.

Korsleting Listrik

Kondisi rumah warga yang terbakar.(Foto: Tim LG)
Kondisi rumah warga yang terbakar.(Foto: Tim LG)

Kebakaran yang menghanguskan 20 rumah plus 1 Meunasah ini tidak menelan korban jiwa, namun para korban menderita kerugian materiil cukup banyak. Pihak posko belum menghitung secara real kerugian dari musibah kebakaran ini, namun jika ditaksir mencapai Rp1,5 miliyar.

Penyebab kebakaran ini berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Forensik dari pihak Kepolisian yang dilakukan pada minggu (27/1/2013) siang, adalah korsleting listrik. Bupati Kabupaten Bener Meriah, Ruslan Abdul Gani telah mendatangi para korban kebakaran, namun tidak berjanji akan membangun rumah penduduk, namun ia berupaya agar para korban dapat menempati rumahnya kembali.(Ria Devitariska/red.04)

Comments

comments