by

Di Takengon ada “Coffee Tour” dari Eropa

Seorang wisatawan mancanegara di salah satu kebun kopi di Atu Lintang Aceh Tengah. (Lintas Gayo | Kha A Zaghlul)
Seorang wisatawan mancanegara di salah satu kebun kopi di Atu Lintang Aceh Tengah. (Lintas Gayo | Kha A Zaghlul)

Takengon | Lintas Gayo – Wakil Bupati Aceh Tengah Drs. H. Khairul Asmara menerima kunjungan rombongan “Coffee Tour” yang berasal dari beberapa orang asal Eropa, rabu (15/5) sore bertempat di ruang kerja Wakil Bupati Aceh Tengah

Kunjungan rombongan “Coffee tour” di fasilitasi oleh Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) Medan. Dalam kesempatan itu, konsultan YEL, Mrs Frey Regina mengutarakan kedatangan mereka ke Aceh Tengah untuk melihat langsung kondisi tanaman kopi berikut kawasan hutan di daerah itu

Selain melakukan “Coffee tour”, pihak YEL turut melakukan sosialisasi misi Yayasan dalam rangka konservasi hutan dan pengembangan kopi, termasuk di kabupaten Aceh Tengah

“YEL berkedudukan di Medan dan kami bergerak di bidang konservasi hutan, melindungi flora dan fauna dari kepunahan sekaligus memberdayakan para petani, termasuk petani kopi di Aceh Tengah dengan tujuan untuk lebih fokus kepada pertanian organik” katanya

Lebih lanjut Mrs Frey mengungkapkan bahwa mereka tertarik membawa rombongan Coffee Tour datang ke Aceh Tengah karena daerah ini terkenal memiliki hutan tropis serta kopi yang berkualitas. “Kita ingin melihat bagaimana kelestarian hutan yang mendukung kualitas tanaman kopi”,imbuhnya

Mrs Frey merupakan wanita berkebangsaan Swiss, dalam coffee tour tersebut, ia membawa serta rombongan dari berbagai negara Eropa diantaranya berasal dari Swiss, Jerman, Italia dan Inggris.

Salah seorang peserta rombongan asal Italia Mrs Antonella Cutrona menuturkan bahwa ia juga tertarik dengan topografi lahan dan tanaman kopi yang ada di Aceh Tengah. Wanita asal Milan Italia ini juga aktif memberikan konsultasi dan penyuluhan pemrosesan kopi (Coffee Processing) kepada para petani.

Sementara Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara dalam kesempatan itu memberikan penjelasan tentang kondisi perkebunan kopi dan para petani kopi di Aceh Tengah

Diantaranya, Khairul mengemukakan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan terutama hutan sebagai faktor pendukung kualitas tanaman kopi di daerah yang berhawa sejuk itu

Khairul juga mengungkapkan dari berbagai uji cita rasa, Kopi Arabica Gayo memiliki peringkat premium, dan saat ini telah diekspor ke 17 negara di Eropa, Amerika dan sebagian negara Asia

Wakil Bupati juga menjelaskan luas lahan Kopi arabica di Aceh Tengah yang mencapai 48.300 hektare, dengan rata-rata produksi 720 kg/hektar. Saat ini melalui sertifikat Indikasi Geografis yang diperoleh pada tahun 2010 lalu, menurutnya semakin menguatkan merek kopi Arabica Gayo berdasarkan daerah asal produk

Kunjungan tim YEL ini berlangsung hangat dan informal. Rombongan Coffee Tour lainnya yang turut serta adalah Welz Holen asal Swis, kemudian Drews Thullo, Renale Faust, Harald Faust, Gehnke Michael, Wessel Ellermaun, keempatnya merupakan Coffee Roaster asal Jerman. Selanjutnya David Porteous, Jim Olesnik, dan Philip Smith, ketinganya dari perusahaan United Coffee asal Inggris. Berikutnya Andrej Godina seorang Coffee Expert asal Italia, dan terakhir Bock Max seorang Coffee Sales asal Jerman. (MK)

Comments

comments