by

Orang Gayo Jadi Anggota Dewan

Oleh: Husaini Muzakir Algayoni*

 Husaini MuzakirJauh di pedalaman dan jauh di atas gunung dengan ketinggian 1.200 m dari permukaan laut, suku  Gayo bermuara dengan dua kabupaten yaitu kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Dua kabupaten ini dijuluki dengan  negeri di atas awan karena memiliki cuaca yang sangat dingin. Suhu udara yang dingin dan tanahnya yang subur maka segala macam tumbuh-tumbuhan akan dapat tumbuh di dataran tanah tinggi gayo ini.

Banner

Orang Gayo mengatakan “sanah pe i tekar morep (gayo-apapun yang ditanam akan tumbuh)”. Perkebunan kopi yang begitu luas, tanaman palawija yang serba lengkap, panorama alam yang indah hanya ada di Kota Dingin ini dan hasil danau laut tawar melalui ikan  yang sangat banyak tidak heran kalau orang-orang mengatakan bahwa Orang Gayo (orangnya kaya-kaya). Tapi semua itu  hanya pandangan  orang melihat dari sudut kekayaan  alam saja kalau orang tahu bahwa sebenarnya kehidupan  masyarakat Gayo sungguh tragis dan  sangat disayangkan bahwa masyarakat gayo jauh dari kesejahteraan dan masih banyak masyarakat tidak mendapatkan kehidupan yang layak, kesejukan daerah tidak dibarengi dengan kesejahteraan rakyat hanya menimbulkan asap dari bara api yang panas akibat kemiskinan dan ketidakadilan dari para penguasa. 

“Gayo di-diskriminasikan oleh Pemerintah Provinsi. Gayo dimarjinalkan oleh Pemerintah Provinsi. Sehingga Gayo tidak sejahtera. Sehingga Gayo berada dalam  belenggu pemerintah yang tidak adil. Dan katanya Pemerintah Aceh tidak peduli terhadap korban gempa.”

Itulah sekelumit kata-kata  yang selalu kita dengar  dari kalangan tokoh-tokoh Gayo serta dari kalangan akitvis mahasiswa beberapa waktu ke belakang. Dan tidak lupa pula dengan kejadian unjuk rasa masyarakat Bener Meriah di depan gedung DPR Aceh menuntut hak mereka untuk mendapatkan rumah  bantuan dari masa konflik dulu.

Dimanakah suara kita di pemerintah,  inilah  yang harus  dijawab oleh calon legeslatif dari putra daerah. Bahwa dia  benar-benar mewakili suara rakyat Gayo yang telah membawa mereka ke kursi terhormat.

Bagi yang menang dalam perebutan kursi DPR, Siapa dia, dari partai mana dia yang jelas dia akan membawa visi dan  misi dalam mensejahterakan  rakyat karena dia dipilih dari  suara rakyat dan kita nantikan kiprah dia dalam menangani permasalahan rakyat Gayo dan menampung aspirasi masyarakat Gayo.

Para calon anggota dewan harus paham betul bagaimana kehidupan masyarakat Gayo, seorang pemimpin tidak perlu lagi untuk didemo karena dia sudah tahu tentang kewajiban dia terhadap masyarakat.

Dan bagi kita seluruh masyarakat Gayo harus mengenali  lebih dahulu calon wakil kita yang akan mewakili aspirasi kita di gedung dewan,  jangan mentang-mentang ada calon yang kuat secara financial sehingga dibagi-bagi  uang maka dia yang akan kita pilih padahal dia belum tentu layak jadi pemimpin kita. Jangan jadikan pemimpin kita seperti singa yang memimpin hutan dengan  kekuatan, maka kenalilah pemimpin kita betul-betul memperjuangkan aspirasi masyarakat Gayo.

“Siapa yang kuat dia yang berkuasa. Seperti singa sebagai raja hutan rimba. Hewan tidak memilih siapa sebagai raja hutan. Tapi dengan  kekuasaan  singa, dia sendiri  yang memimpin hutan.”

Kita sebagai manusia yang dibekali akal dan pikiran oleh Allah swt maka kita tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Apakah kita memilih yang kuat dari segi partai dan materi berupa uang atau yang amanah sebagai pemimpin kita?.

Sebagaimana yang pernah saya tulis juga dalam  Opini LintasGayo yang berjudul “Gayo membutuhkan Pemimpin Sejati”. (Gayo membutuhkan pemimpin yang sejati dan  loyalitas terhadap masyarakat Gayo. Gayo membutuhkan pemimpin sejati yang bisa membuat masyarakat Gayo sejahtera, pemimpin yang mempunyai sikap ketauladanan yang baik, pemimpin yang amanah, jujur dan  adil. Bukan  pemimpin yang korup, nepotisme, zalim, angkuh, sombong dan tamak).”

Bahwa untuk masuk ke dalam Kantor Singgasana yang megah yaitu di Kantor Anggota Dewan  bukan hanya mengandalkan popularitas nama, namun harus berani menyampaikan gagasan bernegara, menjadi control pemerintah dan  tentunya bisa mensejahterakan rakyat kecil.

Bapak kami dan Ibu kami, putra dan puri daerah  yang terbaik siapapun yang menang dalam Pemilu 2014 lihatlah selalu ke bawah (rakyat miskin) dan jangalah terus melihat ke atas (harta dan  jabatan), urang Gayo menantikan orang-orangnya sendiri dalam membenahi kehidupan  mereka.

*Penulis: Kompasianer dan Kolumnis Lintas Gayo

 

Comments

comments