by

Demo MLA: Presiden Jangan Lantik Wali Nanggroe

Takengen|Lintasgayo.comā€“Massa yang menamakan diri Masyarakat Leuser Antara menolak kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Aceh dalam rangka pengukuhan Wali Nanggroe, karena Qanun tersebut dianggap sebagai separatis gaya baru yang hidup di NKRI. Hal ini disampaikan sejumlah orator dalam aksinya di depan Gedung DPRK Aceh Tengah, pada Kamis (19/9/2013).

Sebelumnya, ratusan pendemo tersebut mengarak bendera merah putih raksasa berukuran sekitar 6 x 50 meter dari depan GOS Takengon, mengelilingi bundaran simpang lima hingga menuju gedung DPRK Aceh Tengah.

Qanun Wali Nanggroe yang dibentuk oleh gubernur dan DPR Aceh sarat kepentingan elit eks-GAM (PA/KPA), qanun yang Ā telah disepakati DPRA dan pihak pemerintah Aceh itu, dituding memusnahkan beberapa suku yang ada di Aceh melalui regulasi. Menurut pendemo, regulasi itu merupakan kejahatan kemanusaian yang merupakan upaya pemusnahan suku bangsa (Genoside).

Dalam orasinya, Hasbi Yamin, ketua Presma Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Gajah Putih selaku korlap aksi tersebut, menyayangkan sikap pemerintah pusat yang takut terhadap pemerintah Aceh, ini dibuktikan dengan tidak tegasnya pemerintah pusat menerapkan UUD 1945 di Aceh. Ditambah lagi Mendagri yang selalu memberikan angin segar terhadap pemerintah Aceh.

ā€œToleransi berlebihan yang diberikan pemerintah pusat terhadap keingininan pemerintah Aceh yang masih memiliki kengininan pisah dari NKRI dan toleransi semacam ini akan menimbulkan penghianatan, ini dibuktikan dengan Qanun Wali Nanggroe, Bendera dan Lambang Aceh yang mencerminkan semangat separatis (GAM).ā€ Teriaknya dihapan Polisi dan Satpol PP.

Menurutnya, Mendagri memberikan sinyal kepada masyarakat yang pro terhadap NKRI untuk masuk dan setuju terhadap bendera Aceh, lambang Aceh dan Qanun Wali Nanggroe.

ā€œKami masyarakat Leuser Antara sangat kecewa dengan sikap Mendagri, seperti Dirjen Otda Djohermansyah Johan, yang sudah tidak memiliki semangat nasionalisme Kebangsaan, sehingga ini sangat menjatuhkan martabat NKRI. Kalaulah salah satu pejabat tinggi negara ini sudah tidak peduli terhadap semangat Nasionalisme maka ini akan membahayakan keutuhan dan kedaulatan NKRIā€ teriak Hasbi Yamin.

Selain mahasiswa, masa pendemo juga berasal dari Pembela Tanah Air (PETA), anggota sejumlah LSM dan masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. (Fazri)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.