by

Winja, Politikus “Lubang Jarum”

Banner

winjaTakengen | Lintas Gayo – Yurmiza Putra (Winja) sudah dua priode duduk di kursi terhormat DPRK Aceh Tengah. Walau sudah duduk 10 tahun di lembaga rakyat ini, perjalanannya “terseok-seok”. Lorong gelap yang kecil bagaikan lubang jarum, selalu menjadi hiasan sejarah Winja.

5 tahun yang lalu untuk duduk di kursi terhormat, Winja masuk lubang jarum yang kritis. Dua priode dari Dapil 1, dua priodenya didapat Winja dengan kritis. Berada dijuru kunci Dapil 1 dengan kemenangan yang tipis.

Kemenangan tipis yang lolos dari lubang jarum ini, pada 5 tahun yang lalu membuat Gamahudi, akhirnya berada diposisi bawah Winja. 5 tahun sebelumnya, juga posisi Winja kritis, namun berhasil, itu juga di juru kunci, sehingga kader PKS 10 tahun yang lalu kalah suara dari Winja.

Kini dia beralih Dapil, “berjuang” di Dapil 4 untuk tahun 2014. Sejarah 10 tahun yang lalu, kembali terulang. Posisi Winja kini nyaris sama dengan 2 priode lalu, tetap bermain dalam lubang jarum. Walau suaranya belum final dan belum diputuskan KIP, namun fakta di lapangan menunjukkan, Winja kembali bermain di lubang jarum.

Dua kursi terakhir di Dapil 4 ini “masih seru”. Masing-masing memperebutkan posisi 7 dan 8. Dengan catatan bila suara Golkar tidak melonjak dan tidak berpeluang mendapatkan 2 kursi.

 Sejarah Winja 5 tahun yang lalu yang sempat berada di lubang jarum bersama Gama Hudi (PKB), kini juga bertemu orang yang sama, juga dalam putaran terakhir yang seru. Gama Hudi juga pindah Dapil. Di Dapil 4 ini, persaingan suara yang menegangkan itu untuk memperebutkan peringkat 7 dan 8.

Mereka yang berpeluang menempati posisi 7 dan 8 ini adalah,  Tgk. Anwar (PPP), Yurmiza Putra (Hanura), Hamdan Guru Gama (Nasdem), Iskandi (PBB), Zulkifili (Gerindra) dan Gama Hudi (PKB). Dua priode sudah Winja bermain di lubang jarum, bagaimana dengan 2014 ini?  (Red)

Berita Terkai :

 

Comments

comments