by

“Empu Tempat Berkuasa “ (Tulisan ke -3)

Takengen | Lintas Gayo – “Lah jeroh manat ku empu ni tempat, kati enti kona rulah”. Manat orang tua di Gayo, sampai sekarang masih sering terdengar, apalagi menjelajahi sebuah kawasan yang masih asing.

Demikian dengan Pileg 2014 ini, empuni tempat “memang berkuasa”. Tetapi yang dimaksud empu ni tempat di sini bukan jin. Hehehehe. Tetapi putra setempat yang “berkuasa” atas perolehan suara. Sangat jarang orang dari luar yang meraup suara signifikan. Demikian dengan Dapil 3 Aceh Tengah. (Celala, Rusip, Silih Nara dan Ketol). Untuk Celala, Wahyuddin dari Nasdem menjadi penguasa.

Dia satu-satunya Caleg yang meraih angka 4 digit. 1.376. Dibawah Ismail dari PA dengan 478 suara, disusul Arianto Gunawan-PKB 472 suara dan Alamsyah Yakub 176. Selain dari itu suaranya semakin kecil.

Warga Celala menentukan pilihannya kepada Wahyuddin dan menjadi sejarah, putra Celala ini akhirnya melenggang ke DPRK. Untuk Rusip Antara yang jumlah pemilihnya hanya 4000 lebih, Bukhari M Daud dari PA menjadi “the best”, mengumpulkan 572 suara. Disusul Sastra Mahyadi – PAN, 222 suara, selebihnya dibawah 200.

Pembagian suara yang seru terjadi di Silih Nara. Amiruddin (incumbent- Demokrat) 954 suara, Sastra Mahyadi- PAN (671). Syamsuddin- PDIP (571), Subhan- PAN (519) disusul Ramianti (507). Selebihnya suaranya jauh dari lima besar ini.

Bagaimana dengan Kecamatan Ketol? Di area pusat gempa Gayo ini memang milik empuni tempat. Hatta dari Golkar – Golkar mengantongi 747 suara, disusul Suparno- Gerindra 638 suara. Amiruddin- Demokrat, bukan Amiruddin incumbent 404. Safaruddin –PA 348 dan Pujdosono-PPP.

Namun walau di Ketol dikuasai “ empuni tempat” untuk Dapil 3 tidak ada putra Ketol yang lolos ke DPRK. Suara putra Ketol ini kalah dengan kandidat DPRK lainnya.

Sejarah baru dalam Pileg 2014 ini telah member gambaran, putra setempat menjadi harapan utama pemilih, walau suaranya tersebar. Muncul bintang dari putra setempat dengan perolehan suara signifikan, walau ada diantara mereka yang tidak duduk di DPRK. Bersambung (Tim LG)

Comments

comments