by

Temuan Arkeologis Di Gayo Untuk Ilmu Pengetahuan Dunia

TAKENGEN| Lintas Gayo- Temuan kerangka manusia prasejarah dan ragam benda kuno berusia ribuan tahun lalu di Loyang Mendale serta Ujung Karang, Aceh Tengah, diharap bukan hanya jadi milik warga lokal.
Namun, hendaknya keberadaannya bisa ‘disumbangkan’ bagi kepentingan ilmu pengetahuan masyarakat dari seluruh penjuru dunia. Sehingga sejarah peradaban manusia dapat diketahui secara turun temurun oleh para generasi penerus.
Demikian papar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Provinsi Aceh, Reza Pahlevi kepada Waspada, Selasa (15/7) ketika mengunjungi sekaligus memantau kondisi ceruk temuan prasejarah. Dimana kini keberadaannnya sedang dalam proses ekskavasi lanjutan oleh tim Balar Medan.
“Kawasan lokasi ekskavasi ini ke depannya akan terus kita perhatikan. Dan harus dijadikan cagar budaya yang dilestarikan. Bagaimana mekanismenya, tentu terlebih dahulu kami melakukan koordinasi, baik dengan pihak terkait kabupaten maupun para ahli arkeologi,” sebut Reza.
Menurut dia, selain temuan kerangka dan benda kuno lainnya berusia ribuan tahun yang sangat dibutuhkan bagi menunjang pengetahuan masyarakat dunia, juga keberadaanya bisa dijadikan sebagai obyek wisata sejarah.
“Benda-benda arkeologis ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan, khususnya tentang beradaban manusia. Untuk itu, keberadaannya akan di museumkan. Dengan begitu tentu kelestariannya juga akan lebih terjamin serta lebih mudah diakses oleh siapapun yang berkepentingan untuk mempelajarinya,” ucapnya.
Kadisbudparpora Aceh Tengah, Amir Hamzah yang ikut mendampingi Kadis Budpar Aceh, menambahkan, guna membantu tim Balar Medan untuk melakukan ekskavasi lanjutan, tahun depan pihaknya akan berupaya mengusulkan dana bantuan dari daerah.
“Untuk tahun depan (2015-red) kami dari dinas berupaya mengusulkan dana tambahan guna membantu tim Balar Medan melanjutkan penelitian. Apalagi mereka juga telah menyampaikan, bahwa memperlengkap data sebelumnya, masih diperlukan survei di goa-goa di seputar danau maupun aktifitas arkeologis lainnya,” ujarnya.
Ketua tim Balar Medan, Ketut Wiranyana saat dimintai keterangannya secara bersamaan menjelaskan, sampai hari ini (Selasa-red) pihaknya belum menemukan temuan terbaru dalam ekskavasi lanjutan itu.
“Meski penelitian dan penggalian kami, terus berlanjut baik di Loyang Mendale dan Ujung Karang, namun benda arkeologis yang ada masih hasil temuan sebelumnya. Belum ada perbedaan. Tim ini juga akan terus berupaya mencari data terbaru tentang keberadaan kerangka manusia yang usianya dimungkinkan berasal dari zaman 8000-an tahun lalu. Sehingga hal itu bisa disesuaikan dengan fragmen tulang gajah berusia 8.430 tahun lalu yang diduga merupakan sisa bahan konsumsi manusia pada zaman pra sejarah,” ringkas Ketut. (cb09/ Waspada edisi Rabu 16 Juli 2014).

Comments

comments