by

Muzakir Manaf Ajak Seluruh Pemangku Kebijakan Bekerja Serius

Gayo Lues | Lintas Gayo –  Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf mengajak seluruh pihak terkait dapat bekerja dengan penuh rasa tanggungjawab, baik yang berada di pusat Pemerintahan Aceh maupun yang berada di kabupaten/kota.  Hal tersebut disampaikan oleh Wagub di Aula Pendopo Bupati Gayo Lues, saat menggelar pertemuan dengan Bupati dan seluruh jajaran Pemkab Gayo Lues, Kamis (4/9/2014).

“Mari kita menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa di tahun ini dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab, demi kesejahteraan masyarakat Aceh di masa depan,” ujar Mualem.

Banner

Sebelumnya, dalam sambutan singkatnya, Taqwallah selaku Kepala P2K Aceh menekankan beberapa permasalahan, kendala serta tantangan yang selalu dijadikan alasan oleh para rekanan ketika perkembangan suatu proyek tidak berjalan sesuai target.

“Ini adalah saatnya teman-teman di daerah membuktikan dana Otsus (Otononi Khusus-red) transfer benar-benar berhasil. Saat ini adalah saat yang tepat untuk membuktikan bahwa daerah mampu mengelola dan mengerjakan lebih baik dari pada mekanisme sebelumnya.”

Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasim, dalam sambutan singkatnya memberikan peringatan kepada para Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Gayo Lues agar menanggapi serius berbagai hal yangtelah disampaikan oleh Kepala P2K.

“Kepada para Kepala SKPK, tolong dengarkan, ini bukan bercanda, jangan ada yang tertawa. Saya malu dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Taqwallah. Saya harap apa yang telah disampaikan oleh Ketua B2K dapat menjadi cambukan semangat bagi kitauntuk bekerja semaksimal mungkin di sisa waktu yang ada.”

Bupati menjelaskan, jika terbukti di masa pemerintannya, Gayo Lues terbukti tidak mampu mengelola berbagai proyek yang bersumber dari dana Otsus, maka hal tersebutmenjadi preseden buruk bagi dirinya dan Gayo Lues.

“Saya malu, dulu kita selalu menyalahkan Pemerintah Aceh dengan menuding pengelolaan uang daerah oleh Pemerintah Aceh tidak akan berjalan maksimal. Nah, sekarang, saat Pemerintah Aceh bersama DPRA telah membuat kebijakan agar pengelolaan dana Otsus ditangani daerah tingkat dua justru tidak becus kita laksanakan.”

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, atas besarnya perhatian pasangan ini terhadap kabupaten berjuluk Kota Seribu Bukit’ ini.

“terima kasih atas besarnya dana Otsus yang digelontorkan untuk pembangunan di Gayo Lues. Saat ini kami menjadi kabupaten yang mendapatkan dana Otsus terbesar diantara kabupaten/kota lainnya di Aceh. Mudah-mudahan hingga akhir masa jabatan Bapak, dana Otsus untuk Gayo Lues tetap yang terbesar di Aceh,” ujar Ibnu  Hasim disambut tepuk tangan dan senyuman dari para hadirin.

Bupati juga berjanji sebelum masa jabatannya berakhir, jalan tembus Blang Keujeuren-Pinding-Lokop sudah bisa dilalui dengan nyaman. “Untuk itu kami berharap dinas terkait dapat bekerjasama secara maksimal dan lebih baik lagi di masa yang akan datang.”

Mualem: Mari Mencontoh Luar Negeri

Sementara itu, dalam sambutan singkatnya, Wagub mengajak semua pihak untuk dapat mengambil contoh proses pembangunan di luar negeri yang sangat serius dalam hal pengerjaan dan pengawasan suatu proyek yang sedang dikerjakan.

“Permasalahan yang disampaikan oleh Pak Taqwallah adalah hal yang selalu terjadi sejak dulu hingga saat ini. Untuk itu mari kita rubah kebiasaan buruk ini. Ada baiknya kita mencontoh bagaimana masyarakat luar negeri yang selalu membuat bangunannya hanya sekali dan langsung jadi dengan bagus. Bagaimana kualitas jalan dan bangunan yang mereka buat mampu tahan untuk waktu yang lumayan lama. Jika ini kita laksanakan, maka pada tahun-tahun berikutnya kita sudah bisa membangun sarana dan prasarana lain sehingga pembangunan Aceh akan terus berkembang dan tidak jalan di tempat.,”ujar mualem

Wagub juga menjelaskan, jika memungkinkan dirinya sangat berharap semua proyek yang sedang berjalan saat ini dapat selesai besok hari.

“Kalau ditanyakan kepada saya, kapan akan selesai jalan tembus Blang Keujeuren-Pinding-Lokop? maka saya akan jawab besok harus selesai. Karena saya sudah melihat bagaimana terisolirnya masyarakat dikawasan itu. Hal ini tentu saja mengakibatkan pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat pedalaman tidak akan berjalan maksimal serta hasil bumi daerah tersebut tidak bisa segera dipasarkan keluar.”

Namun Mualem menyadari bahwa setiap pembangunan membutuhkan proses. “Untuk itu saya harapkan seluruh instansi terkait dapat bekerja semaksimal mungkin demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Aceh. Dan kepada masyarakat, saya juga sangat mengharapkan dukungannya terhadap setiap program-program yang dibuat oleh pemerintah.”

Wagub menekankan, jika aparatur bekerja maksimal dan sepenuh hati dan masyarakat memberikan dukungan terhadap kerja-kerja tersebut, maka cita-cita memajukan dan mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat Aceh akan segera terwujud.

Muzakir Manaf menjelaskan, saat ini tingginya angka pengangguran masih menjadi permasalahan serius di Aceh. Namun jika beberapa proyek selesai dibangun maka akan mampu mengurangi jumlah pengangguran di kawasan paling barat Pulau Sumatera ini

“Mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan akan segera tercapai. Insya Allah dengan kerja-kerja yang baik  kita akan mampu membawa Aceh ke arah yang lebih baik di masa yang akan dating,” pungkas Mualem.

Besok (5/9) tepat pukul 05:30 pagi Wakil Gubernur dan rombongan akan bergerak menuju Aceh Timur. Wagub akan melalui proyek pembangunan jalan tembus Blang Keujeuren-Pinding-Lokop. Proyek ini sendiri merupakan proyek yang menelan dana sebesar Rp 33,15 miliar, yang bersumber dari dana APBA. (Ngah)

Comments

comments